Gerindra Minta Percepatan Pembangunan Jember Menyentuh Wilayah Terpencil

JEMBER – Pemerataan infrastruktur menjadi perhatian Fraksi Gerindra DPRD Jember dalam menyikapi rencana pembiayaan pembangunan daerah.

Fraksi tersebut menilai percepatan pembangunan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan pelosok.

Desa, wilayah pinggiran, dan daerah dengan akses terbatas dinilai membutuhkan perhatian lebih besar dalam penentuan prioritas anggaran.

Jalan rusak, jembatan yang belum memadai, hingga minimnya penerangan masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Kondisi infrastruktur tersebut tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran ekonomi dan keselamatan warga.

Akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta jalur distribusi hasil pertanian turut dipengaruhi kualitas infrastruktur yang tersedia.

“Pembangunan harus membuka wilayah yang selama ini masih mengalami keterisolasian, sekaligus mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat,” kata Fraksi Gerindra.

Karena itu, rencana pembiayaan melalui pinjaman daerah dinilai perlu ditempatkan sebagai instrumen untuk mempercepat kebutuhan pembangunan yang benar-benar prioritas.

Fraksi Gerindra tidak mempersoalkan skema pembiayaan tersebut sepanjang pemerintah daerah menjalankannya secara hati-hati dan berdasarkan ketentuan hukum.

“Bagi kami, persoalannya bukan sekadar daerah melakukan pinjaman atau tidak, tetapi bagaimana pembiayaan itu memberikan manfaat langsung,” ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi bagian dari pembahasan KUA-PPAS APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027.

Fraksi Gerindra juga meminta tambahan dana transfer pemerintah pusat sekitar Rp200 miliar pada 2026 dimanfaatkan secara optimal.

Dana tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan dasar sekaligus mendukung program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Pemerataan anggaran dianggap penting agar pertumbuhan pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada kawasan perkotaan.

“Jangan yang sudah terang semakin terang, sementara desa-desa di pelosok masih menunggu jalan, jembatan dan lampu penerangan,” tegasnya.

Di sisi lain, Fraksi Gerindra menyatakan akan tetap mengawal penggunaan anggaran agar efektif, tepat sasaran, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Mereka berharap percepatan pembangunan mampu menghubungkan kawasan kota dan desa, sehingga tidak ada wilayah Jember yang merasa tertinggal.

“Kalau mengambil langkah besar, manfaat terbesarnya harus dirasakan masyarakat yang paling lama menunggu pembangunan,” pungkas Fraksi Gerindra.