Polres Jember Edukasi AI ke Pelajar di 47 SMA-SMK

Oplus_16908288

JEMBER – Puluhan sekolah menengah di Jember menjadi sasaran program literasi digital Polres Jember yang fokus mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Sebanyak 47 SMA dan SMK mengikuti pembekalan tersebut. Kegiatan berlangsung bergiliran di sekolah masing-masing mulai 12 Agustus hingga 2 September 2026.

Laboratorium komputer sekolah digunakan sebagai lokasi pelatihan. Siswa tidak hanya mendapat materi, tetapi juga kesempatan memahami teknologi AI melalui praktik secara langsung.

Program ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelajar menghadapi perkembangan teknologi. Pemahaman tersebut diharapkan membuat siswa lebih bijak saat menggunakan berbagai platform digital.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin mengatakan, kemampuan memahami AI semakin penting karena teknologi berkembang cepat dan berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.

“Pelajar harus paham AI agar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan. Mereka perlu mampu mengenali gambar, video, maupun berita hoaks yang dimanipulasi teknologi,” kata Alaiddin.

Menurut Alaiddin, kecakapan digital menjadi bekal penting bagi generasi muda. Siswa perlu membedakan informasi faktual dengan konten palsu sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Pemanfaatan AI, lanjut dia, seharusnya diarahkan untuk kegiatan produktif. Teknologi tersebut jangan sampai justru digunakan sebagai alat menghasilkan maupun menyebarkan informasi yang menyesatkan.

Alaiddin juga mengapresiasi dukungan sekolah yang menyediakan fasilitas selama pelatihan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar edukasi teknologi dapat berjalan secara optimal.

“Kami berterima kasih kepada seluruh sekolah yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga sinergi tersebut terus terjaga demi masa depan anak bangsa,” ujarnya.

Kacabdin Wilayah Jember Iwan Triyono turut mengapresiasi langkah Polres Jember memberikan pembekalan teknologi informasi kepada siswa SMA dan SMK.

Menurut Iwan, materi AI sangat sesuai dengan kebutuhan pelajar saat ini. Literasi digital tidak cukup hanya mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi juga membangun pola pikir kritis.

“Kami mengapresiasi edukasi Polres Jember kepada siswa. Anak-anak juga dibekali kemampuan mengenali serta menangkal gambar, video, dan berita hoaks,” ujar Iwan.

Ia menekankan pentingnya membentuk pelajar sebagai pengguna teknologi yang mampu bertanggung jawab. Kemampuan tersebut diperlukan agar kemajuan digital membawa manfaat, bukan persoalan baru.

Melalui pelatihan langsung di laboratorium komputer, siswa diharapkan semakin terbiasa menggunakan AI secara aman sekaligus mengenali ciri konten digital yang telah dimanipulasi.

Sinergi Polres Jember dan Cabdin Wilayah Jember diharapkan berlanjut untuk memperkuat literasi digital. Target akhirnya, lahir generasi yang melek AI, kritis bermedia, dan tanggap terhadap hoaks.