JEMBER – Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mendorong mahasiswa menjadikan media sosial sebagai ruang berkarya sekaligus mengembangkan potensi diri.
Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember, Selasa-Rabu (22-23/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan fotografer sekaligus content creator Nasion Patriotik dan kreator digital Imam Januar sebagai pemateri dari kalangan praktisi.
Keduanya membagikan pengalaman mengembangkan konten, membangun audiens, serta memanfaatkan platform digital agar tidak berhenti sebagai sarana hiburan.
Bagi mahasiswa, media sosial dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kemampuan, membangun personal branding, hingga membuka peluang ekonomi melalui karya.
Nasion Patriotik mengajak mahasiswa terlebih dahulu mengenali karakter dan kemampuan sebelum menentukan jenis konten yang akan dikembangkan.
Menurut dia, pemahaman terhadap minat, kelebihan, serta kemampuan diri menjadi modal awal sebelum seseorang membangun identitas sebagai kreator.
Setelah menemukan bidang yang sesuai, mahasiswa perlu menentukan fokus agar konten memiliki ciri khas dan lebih mudah dikenali oleh audiens.
Nasion juga mengingatkan kreator tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis dalam menghasilkan foto, video, atau bentuk konten lainnya.
Pemahaman mengenai audiens diperlukan agar karya yang dibuat memiliki sasaran jelas serta memberikan manfaat bagi orang yang menikmatinya.
Ia juga menempatkan storytelling sebagai bagian penting dalam pembuatan konten karena cerita dapat membuat pesan terasa lebih dekat dengan audiens.
“Langsung mulai saja jadi content creator, jangan takut untuk mencoba,” pesan Nasion kepada mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
Menurut Nasion, keberanian memulai perlu diikuti konsistensi, evaluasi terhadap karya, serta kemauan memperbaiki kekurangan dari setiap konten yang dibuat.
Pengalaman berbeda dibagikan Imam Januar pada hari kedua. Ia menceritakan bagaimana perjalanan digitalnya dimulai dari perangkat yang sederhana.
Imam mengaku mulai serius menekuni dunia digital sejak 2017 dengan menggunakan ponsel Android Redmi 5 untuk membuat dan mengembangkan konten.
Dari perangkat tersebut, kreativitasnya terus berkembang hingga YouTube menjadi salah satu platform yang dimanfaatkan untuk berkarya sekaligus memperoleh penghasilan.
“Jangan gengsi dan jangan berpikir harus sama dengan yang lain,” tegas Imam saat memberikan motivasi kepada mahasiswa.
Ia mengajak mahasiswa mengubah kebiasaan mengonsumsi konten menjadi aktivitas yang lebih produktif dengan menciptakan karya sendiri.
Menurut Imam, peluang ekonomi digital dapat terbuka ketika seseorang mampu menggabungkan keterampilan, kreativitas, karya, serta kepercayaan yang dibangun bersama audiens.
“Yang dijual bukan videonya, tetapi konten atau nilai (value) yang terkandung di dalamnya,” ujar Imam.
Selain kreativitas, Imam menilai mahasiswa perlu memiliki literasi digital agar mampu memahami etika, budaya, keamanan data, dan berbagai risiko di ruang maya.
Pemanfaatan media sosial secara produktif, menurutnya, tetap harus dibarengi kewaspadaan terhadap keamanan digital dan potensi kejahatan siber.
Wakil Dekan III Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Ahmad Winarno, mengatakan kegiatan tersebut disusun berdasarkan perkembangan kebutuhan mahasiswa di tengah perubahan teknologi.
“Mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan perkembangan zaman. Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka,” ujar Ahmad.
Ia mengatakan fakultas ingin memberikan bekal agar mahasiswa mampu menggunakan media sosial untuk mengembangkan kreativitas, potensi, dan karya yang memiliki manfaat.
Ahmad menambahkan, pengalaman praktisi menjadi pelengkap pembelajaran karena mahasiswa dapat melihat langsung proses membangun karya serta mengembangkan audiens di dunia digital.
“Mahasiswa tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga pengalaman praktis dari orang-orang yang memang terlibat langsung dalam dunia digital,” tambahnya.
Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Fawaizul Umam, mengatakan pembinaan bakat dan minat merupakan bagian dari respons fakultas terhadap perubahan sosial.
“Pembinaan bakat dan minat harus berangkat dari kebutuhan mahasiswa. Ketika media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka, maka fakultas perlu hadir,” ujar Fawaizul.
Fawaizul berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton di media sosial, tetapi mampu menghasilkan konten edukatif, inspiratif, dan bernilai bagi masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember berupaya mengarahkan mahasiswa dari sekadar pengguna menjadi kreator yang mampu menghasilkan karya dan membuka peluang baru.