JEMBER – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membentuk karateker untuk PCNU Jember setelah masa perpanjangan kepengurusan berakhir tanpa terlaksananya Konferensi Cabang (Konfercab).
Keputusan itu memunculkan berbagai tanggapan di kalangan warga Nahdliyin. Salah satunya datang dari Wakil Ketua PCNU Jember periode 2019–2024, Ayub Junaidi.
Ayub menegaskan kabar yang menyebut kepengurusan PCNU Jember tidak tertib merupakan informasi yang tidak sesuai fakta.
“Berita itu tidak berdasar. PCNU Jember selama ini tertib menjalankan aturan organisasi,” kata Ayub.
Menurutnya, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU, pengurus cabang wajib mengajukan permohonan Konfercab tiga bulan sebelum masa jabatan berakhir.
Ia menjelaskan, sebelum masa khidmat selesai, PCNU Jember telah mengirim surat kepada PBNU untuk meminta penjadwalan Konfercab.
“Kami sudah mengajukan pelaksanaan konferensi, bahkan sudah membentuk panitia. Tetapi penjadwalannya memang menjadi kewenangan PB,” ujarnya.
Ayub mengatakan usulan pertama mengagendakan Konfercab pada Agustus 2024, namun tidak memperoleh jawaban dari PBNU.
Permohonan serupa kembali diajukan untuk jadwal September hingga Desember 2024. Menurutnya, surat tersebut juga belum mendapat respons.
Setelah itu, PBNU justru menerbitkan surat keputusan perpanjangan masa kepengurusan selama beberapa bulan.
Ayub menyebut nama-nama pengurus, termasuk dirinya, tetap tercantum dalam SK perpanjangan tersebut tanpa perubahan susunan.
“Selama masa perpanjangan kami kembali mengirim surat meminta jadwal konferensi, tetapi lagi-lagi tidak mendapat jawaban,” ungkapnya.
Ia menambahkan pengajuan serupa terus dilakukan hingga 2026 melalui surat resmi yang dikirim lewat pos.
Selain bersurat, jajaran PCNU Jember juga beberapa kali mendatangi pengurus wilayah maupun PBNU untuk meminta kepastian jadwal Konfercab.
Menurut Ayub, saat itu PWNU Jawa Timur juga menyampaikan bahwa penetapan jadwal konferensi sepenuhnya menjadi kewenangan PBNU.
“Kami mampu melaksanakan konferensi. Buktinya surat kami berkali-kali dikirim, hanya saja jadwalnya tidak pernah ditetapkan,” tegasnya.
Meski demikian, Ayub mengaku menyambut pembentukan karateker karena mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan Konfercab.
Ia berharap karateker segera membentuk panitia dan menggelar konferensi sesuai batas waktu yang diatur dalam surat keputusan.
“Kalau karateker bergerak cepat, Jember bisa kembali memiliki hak suara pada muktamar. Itu yang paling penting sekarang,” pungkasnya.