Mahasiswa Lima Negara Mulai Kuliah di Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Atmosfer Internasional Kian Terasa

JEMBER – Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember mulai dipenuhi nuansa internasional seiring kedatangan mahasiswa asing yang akan menjalani pendidikan di berbagai program studi.

Mereka berasal dari Nigeria, Afghanistan, Tanzania, Thailand, serta peserta internasional lainnya yang memperkuat langkah kampus menuju lingkungan akademik berkelas global.

Mahasiswa tersebut di antaranya Jamilu dari Nigeria, Bahram dan Arizo dari Afghanistan, Imrani dari Tanzania, serta Muhammad Faif dari Thailand dengan program studi berbeda.

Salah satu mahasiswa asal Afghanistan, Arizo, mengaku memilih UIN KHAS Jember setelah memperoleh rekomendasi dari seorang teman dan mencari informasi kampus melalui internet.

“Saya penasaran setelah mendapat rekomendasi teman. Setelah mencari informasi, saya akhirnya memutuskan kuliah di UIN KHAS Jember,” ungkap Arizo.

Hari pertama tiba di Jember dimanfaatkan Arizo mengunjungi Fakultas Dakwah. Ia mengaku kagum melihat langsung suasana kampus yang sebelumnya hanya dikenalnya melalui media daring.

“Very big and beautiful,” ujar Arizo sambil tersenyum saat menggambarkan kesan pertamanya melihat lingkungan UIN KHAS Jember.

Tak hanya kampus, keramahan masyarakat Indonesia juga meninggalkan kesan positif baginya. Menurutnya, sambutan hangat sejak tiba membuat proses adaptasi terasa lebih mudah.

“Very good and kindness,” katanya saat menceritakan pengalamannya bertemu masyarakat di Jember.

Selama masa awal kedatangan, para mahasiswa internasional mendapat pendampingan dari International Office UIN KHAS Jember agar lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan akademik maupun budaya setempat.

Wakil Dekan III Fakultas Dakwah Ahmad Winarno menilai kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadi bukti meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kualitas pendidikan UIN KHAS Jember.

“Kehadiran mahasiswa internasional memperkaya interaksi lintas budaya sekaligus memperluas jejaring kerja sama global yang dimiliki kampus,” ujar Ahmad Winarno.

Dekan Fakultas Dakwah Prof. Fawaizul Umam menegaskan kampus berkomitmen memberikan layanan terbaik. Mahasiswa internasional nantinya tinggal di Ma’had sebagai sarana pembinaan, adaptasi budaya, dan penguatan kemampuan bahasa.