Stok BBM Jember Disebut Melimpah, Hiswana Migas Curiga Ada Banyak Penimbunan

JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait meminta masyarakat ikut mengawasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.

Ia meminta warga segera melaporkan jika menemukan aktivitas yang diduga terkait dengan penimbunan BBM.

“Segera bila menemukan adanya dugaan penimbunan laporan ke kanal Wadul Gus’e dan akan kami minta APH menindak tegas serta terukur,” ujar Fawait.

Menurut Fawait, pengawasan masyarakat penting untuk mencegah dugaan penimbunan berkembang dan memicu ketakutan pembelian BBM di tengah masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan setelah Hiswana Migas Area Besuki menemukan indikasi adanya penimbunan BBM di Kabupaten Jember.

Ketua Hiswana Migas Area Besuki Ikbal Wilda Fardana menyebut kondisi pasokan BBM Jember sebenarnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Stok BBM kita sangat aman di Jember dan kebutuhan sudah melebihi kebutuhan, meski sebelumnya terdapat kendala pengiriman di Banyuwangi,” kata Ikbal.

Ia menjelaskan, realisasi pasokan BBM yang diterima Jember mencapai 952 kiloliter atau sekitar 952 ribu liter.

Jumlah tersebut terdiri atas Pertalite sebanyak 720 ribu liter dan Pertamax mencapai 232 ribu liter.

“Untuk Pertalite 720 ribu liter dan Pertamax sebanyak 232 ribu liter. Total realisasinya 952 ribu liter,” jelasnya.

Angka tersebut dinilai cukup besar jika dibandingkan dengan konsumsi BBM harian masyarakat Jember yang diperkirakan mencapai sekitar 650 ribu liter.

“Kalau dikalkulasi, angka ini sangat memenuhi dan cukup untuk kebutuhan masyarakat,” tegas Ikbal.

Namun, antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir menimbulkan dugaan adanya aktivitas pengambilan BBM secara tidak wajar.

Ikbal menduga kondisi tersebut berkaitan dengan potensi penimbunan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

“Penimbunan membuat stok BBM di SPBU mengalami kekurangan dan akhirnya menimbulkan kepanikan membeli,” ungkapnya.

Hiswana Migas Area Besuki berharap aparat penegak hukum segera melakukan pengawasan dan mengambil tindakan apabila ditemukan bukti dugaan penimbunan.

“Kami berharap masyarakat yang menemukan dugaan penimbunan segera melapor, termasuk APH bisa bergerak cepat,” pungkas Ikbal.

Bupati Fawait pun menegaskan pemerintah daerah siap mendengarkan laporan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e dengan melibatkan aparat penegak hukum.