Tiga Hari PDAM Mati, Warga Campurrejo Kediri Terpaksa Mandi di Tempat Kerja

KEDIRI – Gang-gang kecil di RT 12 RW 03, Kelurahan Campurrejo, masih kesulitan air bersih. Sudah tiga hari aliran PDAM berhenti total sejak Senin (9/6/2026).

Roy Kurniawan mengaku keluarganya harus mencari cara agar kebutuhan air tetap terpenuhi. Kondisi itu membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

“Kalau mandi saya di tempat kerja. Untuk keluarga, ya minta ke tetangga atau saudara yang beda RT,” ujar Roy, Rabu (10/6/2026).

Menurut Roy, bantuan air bersih belum menjangkau seluruh wilayah. Warga yang tinggal di gang sempit masih harus menunggu distribusi dari petugas.

Yang depan infonya sudah dapat. Tapi yang di belakang, terutama gang kecil yang mobil tangki tidak bisa masuk, belum kebagian,” katanya.

Ketua RT 12, Agus Gunawan, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan layanan darurat 112 setelah pasokan PDAM terhenti. Bantuan dari Damkar kemudian diterjunkan.

“Langkah pertama saya menghubungi 112. Alhamdulillah hari ini ada dropping air dari Damkar satu tangki besar,” jelas Agus.

Agus menyebut kebutuhan air tidak hanya untuk warga, tetapi juga fasilitas umum. Karena itu, ia berharap pemerintah menyiapkan solusi permanen.

“Kalau nanti terjadi lagi, apa dropping air harus terus dilakukan? Harapan saya ada pengeboran atau sumber air alternatif,” tegasnya.

Di sisi lain, Purwanto, warga RT 11, harus membawa galon menggunakan sepeda motor dari rumah ayahnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di RT 12.

“Sudah dua hari ini saya ambil air pakai galon, dibawa pakai sepeda motor dari rumah bapak di RT 11,” tuturnya.

Krisis air ini turut berdampak pada aktivitas sekolah, puskesmas, hingga perkantoran. Warga kini mengandalkan gotong royong sambil menunggu pasokan PDAM kembali normal.

“Kasihan kalau harus begini terus. Apalagi yang kerja, pulang malam, mau mandi air tidak ada,” tutup Roy.