KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, S.T., M.M., mengajak komunitas lari tidak hanya menjadi wadah olahraga, tetapi juga motor penggerak budaya hidup sehat, kepedulian sosial, promosi pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kota Kediri.
Ajakan tersebut disampaikan Imam Wihdan saat memberikan sambutan di hadapan komunitas lari. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri sekaligus Anggota Komisi A itu menilai, aktivitas berlari memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar olahraga.
Lari Mengajarkan Konsistensi
Dalam sambutannya, Imam Wihdan mengatakan setiap langkah saat berlari mengajarkan pentingnya menjaga ritme, bersikap konsisten, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
“Bagi sebagian orang, lari mungkin hanya olahraga. Namun, bagi saya, lari adalah filosofi kehidupan. Tidak semua tujuan dicapai dengan berlari sekencang-kencangnya. Yang terpenting adalah mampu menjaga ritme, konsisten melangkah, dan tidak berhenti ketika lelah,” ujarnya.
Menurutnya, filosofi tersebut juga relevan dalam membangun Kota Kediri. Sebuah kota tidak akan berkembang hanya dengan langkah yang tergesa-gesa, melainkan melalui kerja bersama yang terarah, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Kediri Ramah Pelari
Imam Wihdan mengungkapkan harapannya agar Kota Kediri dikenal sebagai Kota Ramah Pelari. Ia membayangkan tersedianya trotoar yang nyaman, jalur lari yang aman, ruang terbuka hijau yang aktif, serta taman-taman kota yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dari pagi hingga malam.
Menurutnya, kondisi tersebut akan mendorong olahraga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan sekadar aktivitas sesaat.
“Komunitas lari dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Bukan hanya mengajak orang berolahraga, tetapi juga mengampanyekan kebersihan kota, kepedulian terhadap lingkungan, keselamatan berlalu lintas, serta memperkenalkan potensi wisata dan sejarah Kota Kediri,” katanya.
Olahraga Menggerakkan Ekonomi
Imam Wihdan juga menilai komunitas lari memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor ekonomi lokal. Melalui kegiatan seperti heritage run, river run, maupun night run, para peserta tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga berbelanja produk UMKM, menikmati kuliner khas, dan mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kota Kediri.
Ia membayangkan setiap akhir pekan ribuan pelari dari berbagai daerah datang ke Kediri. Kehadiran mereka diyakini mampu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, sektor pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Olahraga bisa menjadi penggerak ekonomi, pariwisata, sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap kota kita,” ungkapnya.
Jadikan Lari sebagai Gerakan Sosial
Di akhir sambutannya, Imam Wihdan mengajak seluruh komunitas lari menjadikan olahraga sebagai gerakan sosial yang membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, komunitas lari dapat berperan mengajak anak-anak mencintai olahraga sejak dini, mendorong generasi muda menjauhi narkoba, serta menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
“Kota yang hebat bukan hanya kota dengan gedung-gedung tinggi, tetapi kota yang dipenuhi warga yang sehat, saling menyapa, saling mendukung, dan bergerak bersama menuju masa depan,” tuturnya.
Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk terus melangkah dan menjaga semangat kebersamaan.
“Kediri Berlari, Kediri Berseri. Langkah Sehat, Guyub Menguat, Kota Hebat.”