KEDIRI – Perkumpulan Sahabat Boro Jarakan (Saroja) Kediri melaporkan dugaan korupsi pengelolaan RSUD Kilisuci ke Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Senin (11/5/2026).
Laporan itu berkaitan dengan dugaan penyimpangan pengadaan alat kesehatan, obat-obatan, hingga penggunaan anggaran dari APBD Kota Kediri.
Dewan Pengawas Saroja, Supriyo, menyebut laporan tersebut menjadi langkah awal membongkar dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintah daerah.
“Ini kami jadikan test case untuk melihat pola dugaan kejahatan terstruktur dalam pengadaan barang dan jasa,” ujar Supriyo usai menyerahkan laporan.
Menurutnya, laporan itu muncul setelah pihaknya menyoroti kondisi RSUD Kilisuci yang disebut terus merugi meski mendapat suntikan dana APBD cukup besar.
Saroja menilai tingkat okupansi rumah sakit tidak sebanding dengan anggaran yang terus digelontorkan Pemerintah Kota Kediri setiap tahunnya.
“Rumah sakit sepi dan terus rugi. Kenapa tetap dipaksa disubsidi terus menggunakan APBD?” kata Supriyo.
Selain itu, Saroja juga menyoroti dugaan pemborosan dalam pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan di rumah sakit tersebut.
Supriyo menduga terdapat pengadaan obat bernilai miliaran rupiah yang akhirnya menjadi limbah karena melewati masa kedaluwarsa.
“Masih banyak obat dibuang ke TPA karena expired. Ini aneh, rumah sakit sepi tetapi pembelian obat jumlahnya besar,” tegasnya.
Pihaknya berharap Kejari Kota Kediri melakukan audit investigatif terhadap seluruh pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan di RSUD Kilisuci.
Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Kota Kediri membenarkan telah menerima laporan pengaduan masyarakat dari Saroja.
“Surat pengaduan sudah kami terima dan akan diteruskan kepada pimpinan untuk disposisi lebih lanjut,” jelas Kasi Intel Kejari Kota Kediri.
Kejaksaan menegaskan saat ini laporan masih dalam tahap administrasi sehingga belum ada pembahasan detail mengenai substansi dugaan yang dilaporkan.
Di sisi lain, mantan Direktur RSUD Kilisuci, Tutik, memilih tidak berkomentar terkait laporan tersebut.
“Biar manajemen yang baru saja Mas. Sekarang saya bertugas di RSUD Gambiran,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Kilisuci yang baru, dr Hamida, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi melalui telepon maupun pesan WhatsApp.