Ribuan Maba FTIK UIN KHAS Jember Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

JEMBER – Kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan diwujudkan ribuan mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember.

Sebanyak 1.034 mahasiswa baru turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Curah Suko, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.

Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FTIK UIN KHAS Jember tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan akademik kampus, tetapi juga diajak memahami persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan sosial tersebut mengusung tema “Muda, Bergerak, Berdampak” sebagai pesan agar mahasiswa baru mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Bantuan yang diberikan berupa air minum dalam kemasan botol. Seluruh bantuan dikumpulkan secara sukarela oleh para mahasiswa baru.

Penyaluran air konsumsi itu difasilitasi lembaga amil zakat Nurul Hayat. Bantuan kemudian diserahkan langsung untuk membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Dekan FTIK UIN KHAS Jember Prof Abdul Muis mengapresiasi keterlibatan mahasiswa baru dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

“Semoga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari bantuan air bersih ini,” kata Abdul Muis, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, kepedulian mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan PBAK. Gerakan serupa dinilai dapat menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya.

“Kami juga berharap gerakan ini dapat menginspirasi kelompok masyarakat maupun organisasi kemahasiswaan lain untuk menggelar aksi serupa di Jember,” ujarnya.

Wakil Dekan III FTIK UIN KHAS Jember Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr Rif’an Humaidi, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa.

“Kehadiran FTIK bersama ribuan mahasiswa baru ini menggambarkan peran maba sebagai penggerak dan pengakselerasi perubahan positif,” tegas Rif’an.

Ia menilai mahasiswa tidak semestinya hanya menjadi penonton terhadap persoalan sosial. Mereka perlu mengambil peran melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.