JEMBER – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas dr. Soebandi. Tim mahasiswa berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2026 melalui proposal penelitian berjudul “Potensi dan Inovasi Hydrogel Forming Microneedles Ekstrak Biji Jambe Sebagai Terapi Kanker Payudara Secara In Silico dan In Vivo”. Pendanaan tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 1972/DST/B2/DT.01.00/2026 tanggal 22 Mei 2026.
Tim ini mengusung nama BeSmart (Breast Cancer Smart Therapy) yang diinisiasi oleh Ahmad Fauzi dari Program Studi Ilmu Keperawatan bersama Aulia Safira Putri, Neina Naura Amalia, Dita Eka Aulia, dan Ibrahimovic Yohananta Putra dari Program Studi Farmasi Universitas dr. Soebandi di bawah bimbingan Mohammad Rofik Usman, M.Si. Kolaborasi lintas program studi tersebut menghasilkan sebuah inovasi terapi kanker payudara berbasis bahan alam yang dipadukan dengan teknologi penghantaran obat modern.
Proposal yang berhasil memperoleh pendanaan mengangkat pemanfaatan biji jambe (Areca catechu L.) sebagai kandidat terapi kanker payudara yang dikembangkan dalam bentuk Hydrogel Forming Microneedles (HFM). Inovasi ini lahir dari tingginya angka kejadian kanker payudara yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker payudara menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan dan menyebabkan ratusan ribu kematian setiap tahunnya.
Penelitian difokuskan pada kanker payudara tipe estrogen receptor-positive (ER+), yaitu jenis kanker yang menyumbang sebagian besar kasus kanker payudara. Terapi yang umum digunakan saat ini adalah tamoxifen. Meskipun efektif, penggunaan jangka panjang obat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping seperti hot flashes, nyeri sendi, gangguan tidur, hingga kelelahan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan alternatif terapi yang lebih aman dan nyaman bagi pasien.
Melalui penelitian ini, tim akan mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak biji jambe menggunakan pendekatan in silico untuk mengetahui potensinya dalam menghambat aktivitas reseptor estrogen alfa (ERα), salah satu target utama dalam perkembangan kanker payudara tipe ER+. Potensi sitotoksik ekstrak juga akan dievaluasi menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) sebelum diformulasikan menjadi sediaan terapi.
Keunggulan utama penelitian ini terletak pada penggunaan teknologi Hydrogel Forming Microneedles. Teknologi tersebut bekerja melalui susunan jarum mikro yang mampu menembus lapisan kulit secara minimal invasif tanpa menimbulkan rasa nyeri yang signifikan. Setelah diaplikasikan, struktur hidrogel akan menyerap cairan tubuh dan melepaskan senyawa aktif secara bertahap sehingga penghantaran obat dapat berlangsung lebih terkontrol.
Berbeda dengan terapi oral yang memerlukan konsumsi rutin dan bergantung pada kepatuhan pasien, sistem penghantaran berbasis microneedles menawarkan kemudahan penggunaan sekaligus meningkatkan efisiensi penyerapan zat aktif. Dalam pengembangannya, sediaan ini dirancang untuk diaplikasikan pada lapisan dalam bra sehingga lebih praktis digunakan oleh pasien dan mendukung terapi yang lebih nyaman.
Selain menawarkan kebaruan dalam bentuk sediaan, penelitian ini juga mengangkat potensi sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Biji jambe dikenal memiliki berbagai kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, katekin, kuersetin, dan tanin yang berpotensi memberikan aktivitas antikanker. Pemanfaatan bahan alam lokal dalam bidang kesehatan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia melalui pendekatan riset dan inovasi.
Melalui penelitian ini, Tim BeSmart berharap dapat menghadirkan alternatif terapi kanker payudara yang lebih efektif, aman, dan inovatif. Ke depan, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam Indonesia yang memiliki nilai ilmiah tinggi serta berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Keberhasilan meraih pendanaan PKM-RE 2026 menjadi langkah awal bagi Tim BeSmart untuk menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas dan kompetitif. Tim berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan penelitian secara maksimal dan berharap dapat melanjutkan capaian ini hingga berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 di Universitas Diponegoro sebagai ajang ilmiah mahasiswa paling bergengsi di Indonesia.