LUMAJANG – Peluang lulusan SMKN Klakah untuk berkarier di luar negeri semakin terbuka. Sembilan siswa berhasil direkrut perusahaan Jepang untuk bekerja.
Tak berhenti pada rekrutmen, tiga siswa lainnya juga mendapat kesempatan mengikuti program magang di Negeri Sakura.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperluas pengalaman siswa sekaligus memperkenalkan standar kerja internasional sejak bangku pendidikan.
Para siswa ditempatkan pada sejumlah bidang yang membutuhkan keterampilan teknis, mulai konstruksi, interior, manufaktur hingga otomotif.
Kepala SMKN Klakah Erfan Syahuri mengatakan penguatan keterampilan menjadi fokus utama pembelajaran agar lulusan mampu memenuhi tuntutan industri.
“Sekolah kami menitikberatkan pada skill dan keterampilan. Karena itu, kami terus membangun kerja sama dengan DUDIKA,” kata Erfan.
Menurut Erfan, kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja dilakukan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Kerja dan magang di Jepang dinilai memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Mereka dapat belajar disiplin, budaya kerja, sekaligus memperluas wawasan.
Kerja sama itu dijalankan bersama sejumlah mitra industri Jepang, seperti Sinseidoken, Sakuma Kenketsu, Meilobussan Higashi Ono, dan Kansei Kenkou.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Iwan Triyono turut mengapresiasi langkah tersebut saat mengunjungi program Teaching Factory atau TEFA SMKN Klakah.
“SMK harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki skill, kompetensi, karakter kerja, dan daya saing global,” ujar Iwan.
Menurutnya, keberhasilan siswa bekerja dan magang di Jepang menunjukkan pembelajaran berbasis keterampilan mampu membuka jalan bagi lulusan SMK menuju persaingan internasional.
Iwan berharap TEFA dan kemitraan industri terus diperluas. Dengan begitu, semakin banyak siswa SMKN Klakah memiliki pengalaman kerja serta peluang menembus pasar internasional setelah lulus.