Komisi B DPRD Jember Desak Evaluasi Event Lari usai Pelari Kenya Terlantar

JEMBER – Kasus pelari asal Kenya yang sempat terlantar di Jember memicu sorotan DPRD setempat. Penyelenggaraan event olahraga diminta dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menilai setiap kegiatan yang menghadirkan peserta luar daerah maupun luar negeri harus dipersiapkan secara menyeluruh.

“Kalau ingin mengharumkan nama Jember melalui event, seluruh aspek penyelenggaraan harus dipersiapkan dengan baik. Mari bersama-sama menjaga nama baik Jember,” kata Candra, Senin.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, Jember sedang memperkuat sektor pariwisata melalui berbagai agenda berskala besar. Karena itu, kelalaian penyelenggara berpotensi merusak citra daerah.

Ia mengingatkan, Bupati Jember Muhammad Fawait telah mendorong penyelenggaraan event besar yang dikelola secara profesional dengan perencanaan yang matang.

Candra juga meminta Dinas Pariwisata dan Olahraga meningkatkan pengawasan sejak tahap perencanaan, terutama untuk kegiatan yang melibatkan peserta dari luar daerah maupun mancanegara.

“Penyelenggara sebaiknya mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait sebelum mengurus perizinan ke kepolisian,” ujarnya.

Menurutnya, mekanisme tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menilai kesiapan penyelenggara sekaligus meminimalkan persoalan saat pelaksanaan berlangsung.

“Kalau sebuah event mampu menghadirkan peserta dari luar daerah, dampaknya bukan hanya promosi wisata, tetapi juga meningkatkan hunian hotel dan pendapatan asli daerah,” ucap Candra.

Sebelumnya, pelari Kenya Matirim Thomas Kipkorir terlantar setelah hadiah Rp10 juta yang diharapkannya dibatalkan. Hadiah hanya berlaku bagi WNI sesuai ketentuan lomba, hingga akhirnya ia dibantu warga Jember melanjutkan perjalanan ke Jakarta.