Cuaca Dingin Picu Kematian 10 Ribu Ikan Cupang di Kediri, Peternak Merugi Rp50 Juta

Oplus_16908288

KEDIRI – Kondisi cuaca dingin saat musim kemarau membawa dampak serius bagi peternak ikan cupang di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Suhu udara yang menurun membuat suhu air kolam ikut lebih dingin. Akibatnya, ribuan ikan cupang mati dan pertumbuhannya melambat dalam beberapa pekan terakhir.

Kerugian yang dialami peternak diperkirakan mencapai Rp50 juta. Sedikitnya 10 ribu ekor ikan cupang tidak mampu bertahan selama perubahan suhu tersebut.

Peternak ikan cupang, Andriyansah, mengaku kondisi musim kemarau justru lebih berat dibandingkan musim hujan bagi usaha budidaya yang dijalaninya.

“Kalau sekarang musim kemarau, suhu kolam lebih dingin. Pagi hari sekitar 21-22 derajat Celsius, sedangkan siang hari berkisar 27-30 derajat Celsius,” ujar Andriyansah.

Ia menjelaskan, suhu air yang rendah tidak memicu penyakit. Namun, kondisi itu membuat metabolisme ikan menurun sehingga nafsu makan ikut berkurang.

“Pengaruhnya ikan cenderung lambat pertumbuhannya, makannya juga berkurang. Pencernaannya ikut terganggu,” katanya.

Perubahan metabolisme tersebut berdampak langsung pada tingkat kelangsungan hidup ikan. Kematian ikan meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

“Selama musim kemarau ini sekitar 10 ribu ekor ikan cupang mati. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp50 juta,” ungkapnya.

Untuk mengurangi risiko kerugian lebih besar, Andriyansah memutuskan mengurangi jumlah produksi selama suhu udara masih rendah.

“Kami juga melakukan penyesuaian pada kolam agar suhu air lebih stabil. Harapannya kematian ikan bisa ditekan dan usaha budidaya tetap berjalan,” pungkasnya.