Ribuan Hektar Tebu Dikelola Koperasi di Kediri, HKTI Kediri dan Kemenkop RI Dorong Perkuat Hilirisasi Tebu Untuk Industri Pengolahan

Oplus_16908288

Kediri – koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya (Koppem Raharja) Kediri berkolaborasi dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kediri kelola ribuan hektar tanaman tebu untuk mendorong program pemerintah melalui swasembada pangan di sektor gula.

Ketua Koppem Raharja Desi Permatasari mengatakan, sampai saat ini Koppem Raharja mengelola ribuan hektar tanaman tebu dikediri dan sekitarnya. Dengan berkolaborasi dengan HKTI Kabupaten Kediri, Koppem Raharja menampung hasil panen tebu untuk diproduksi menjadi gula merah. “Total ada dua ribu hektar tanaman tebu yang sudah kami rancang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua HKTI Kabupaten Kediri Sumadianto mengatakan program hilirisasi mulai dari petani, hasil pertanian diserap dan dikelola industri gula merah, hasil pengolahan disetor ke industri pangan ini memiliki nilai plus dan memotong rantai calo di level petani.

“Program hilirisasi ini bekerjasama dengan Koppem Raharja dan industri gula merah ini diharapkan menguntungkan petani, karena dari petani harga lebih tinggi, dan langsung diserap industri,” tegas Sumadianto.

Apalagi, para petani tebu ini juga didukung dengan tanaman tebu dengan varietas unggul seperti cening dan panjalu yang bisa di panen tiga kali dalam dua tahun. Akan banyak menguntungkan lagi petani tebu.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mengapresiasi pogram hilirisasi yang digagas Koppem Raharja Kediri dan HKTI Kabupaten Kediri. Karena, dengan program ini petani diuntungkan karena mendapat harga yang lebih layak, dan industri berkembang pesat.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja Koppem Raharja yang berkolaborasi dengan HKTI Kabupaten Kediri dalam mengelola ribuan hektar tanamn tebu untuk diproses menjadi produk gula merah,” ucap Ferry.

Menurut Ferry, program kolaborasi ini memperkuat program hilirisasi tebu untuk industri pengolahan. Karena, dari tebu diproses menjadi gula merah, dari gula merah disetor ke industri kecap sehingga menjadi bahan penyedap makanan.

“Ini sangat luar biasa, dengan program seperti ini kami siap mendukung untuk kesejahteraan petani,” pungkasnya.