Wahyu Kurnia Dewanto: WFK-ICT 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Mahasiswa Indonesia dan Korea

Oplus_16908288

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali memperluas kerja sama internasional melalui pelaksanaan World Friends Korea ICT Volunteers (WFK-ICT) 2026.

Kegiatan penutup program tersebut mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Korea Selatan untuk mengembangkan berbagai proyek berdasarkan persoalan nyata di Kabupaten Jember.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polije, Wahyu Kurnia Dewanto, mengatakan pelaksanaan WFK-ICT tahun ini memiliki cakupan peserta lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2026 ini kami mengundang perwakilan dari sembilan politeknik di seluruh Indonesia untuk ikut berpartisipasi,” kata Wahyu.

WFK-ICT merupakan program kolaborasi Polije dengan Kyungpook National University (KNU), Korea Selatan, yang didukung Badan Masyarakat Informasi Nasional.

Kerja sama tersebut bukan merupakan agenda baru. Program WFK-ICT telah memasuki tahun ketujuh setelah pertama kali dilaksanakan pada tahun 2019.

Sebanyak 80 siswa mengikuti kegiatan tahun ini. Mereka terdiri atas 40 mahasiswa KNU, 20 mahasiswa Polije, dan 20 mahasiswa dari berbagai politeknik di Indonesia.

Peserta dari Indonesia berasal dari sejumlah perguruan tinggi vokasi, di antaranya Politeknik Ketenagakerjaan Jakarta, Politeknik Negeri Malang, Madiun, Banyuwangi, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Peserta lainnya berasal dari Politeknik Negeri Sambas dan Politeknik Negeri Samarinda. Kehadiran mereka memperluas ruang kolaborasi mahasiswa dari berbagai daerah.

Selain mengembangkan proyek, peserta mengikuti berbagai kegiatan bersama, seperti olahraga, memasak, kegiatan kelompok, serta pertukaran budaya Indonesia dan Korea Selatan.

“Program ini bukan hanya tentang ilmu dan proyek, tetapi juga membangun hubungan melalui pertukaran budaya antarmahasiswa,” ujar Wahyu.

Hasil kerja peserta kemudian dipresentasikan dalam acara penutupan WFK-ICT 2026. Berbagai karya tersebut dikembangkan menjadi prototipe berdasarkan persoalan nyata di Kabupaten Jember.

Salah satu tim meraih juara pertama melalui proyek *education kit* berbentuk permainan edukatif. Proyek tersebut dirancang untuk memperkenalkan pertanian sekaligus meningkatkan minat anak-anak terhadap sektor tersebut.

“Kami membuat *education kit* yang dikemas menjadi permainan agar anak-anak lebih tertarik mempelajari pertanian,” kata Moch. Lucky Ramadhan, mahasiswa Polije.

Mahasiswa KNU, Yun Seong, mengatakan proyek tersebut dikerjakan secara kolaboratif dengan pembagian tugas sesuai kemampuan setiap anggota tim.

“Kami membagi tugas sesuai keahlian masing-masing dan memperkuat kolaborasi serta kekompakan dalam tim,” tutupnya.