UIN KHAS Jember Latih Pengurus Pesantren Raudlatul Ulum Kelola Keuangan Lebih Transparan

JEMBER – Penguatan tata kelola keuangan menjadi perhatian UIN KHAS Jember dalam mendukung keinginan lembaga pendidikan Islam. Salah satunya melalui pelatihan bagi pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum.

Kegiatan tersebut menyasar pengurus pesantren di Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, untuk meningkatkan kemampuan mengelola administrasi serta menyusun laporan keuangan secara tertib.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN KHAS Jember.

Program tersebut mengangkat tema peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penyusunan laporan keuangan berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola kelembagaan yang baik.

Sebanyak 26 pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memperoleh pemahaman mengenai pencatatan keuangan, penyusunan laporan, serta pentingnya pertanggungjawaban pengelolaan dana.

Tim pengabdian berasal dari Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN KHAS Jember. Agung Parmono memimpin tim bersama Siti Alfiah, Luluk Musfiroh, dan Fatimatuz Zahro.

Keempat anggota tim merupakan dosen Program Studi Ekonomi Syariah. Mereka memberikan pendampingan untuk membantu pengurus pesantren menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih sistematis dalam kegiatan kelembagaan sehari-hari.

Ketua tim, Agung Parmono, menilai peningkatan keterampilan pengurus yang diperlukan agar pengelolaan keuangan pesantren tidak sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga mencerminkan keterbukaan dan akuntabilitas.

“Intinya kita ingin meningkatkan kapasitas SDM di pesantren agar penyusunan laporan keuangannya lebih cepat dan teratur,” kata Agung di Jember, Selasa (27/10/2026).

Menurut Agung, pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara jelas akan memudahkan pengurus menyusun laporan sekaligus mempertanggungjawabkan penggunaan dana kepada pihak-pihak yang memberikan kepercayaan dan dukungan.

Laporan keuangan yang disusun dengan baik juga menjadi salah satu fondasi untuk menjaga keberlangsungan pesantren. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan perlu dibangun melalui kebiasaan administrasi yang tertib dan berkelanjutan.

Salah seorang peserta, Ustaz Mukhlis, mengapresiasi pelatihan yang diberikan UIN KHAS Jember. Ia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan melalui kolaborasi lain yang sesuai dengan kebutuhan pesantren.

“Harapannya nanti kami ada santri yang kelak memiliki kompetensi di bidang akuntansi syariah,” jelas Mukhlis.

Selain penguatan tata kelola keuangan, Mukhlis berharap kerja sama dengan UIN KHAS Jember dapat membuka peluang pendidikan lanjutan bagi alumni Raudlatul Ulum, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.