Potensi UMKM Lele Kediri Dikaji Serdik Sespimmen Polri

KEDIRI – Budidaya lele menjadi salah satu usaha masyarakat Kabupaten Kediri yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih besar.

Potensi tersebut menarik perhatian peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri dalam Management Course (MTC) Level III.

Penelitian berlangsung selama dua hari, 13-14 Agustus 2026, dengan mengambil lokasi di wilayah hukum Polres Kediri, Polda Jawa Timur.

Kegiatan dimulai melalui pembukaan di Aula Wicaksana Laghawa Polres Kediri, Kamis (13/8/2026) pagi.

Peserta kemudian mengikuti Forum Group Discussion (FGD) bersama sejumlah pemangku kepentingan sebelum melakukan penelitian langsung ke lokasi usaha budidaya lele.

Kajian tersebut tidak hanya melihat peluang bisnis, tetapi juga menggali berbagai kendala yang selama ini dirasakan pelaku UMKM.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain tingginya biaya pakan, keterbatasan permodalan serta akses pemasaran hasil budidaya.

MTC Level III sendiri mengusung tema pemberdayaan UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi produktif dan inklusif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengawas Poklat XVIII Brigjen Pol Misbahul Munauwar mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Serdik mengasah kemampuan menganalisis persoalan berdasarkan kondisi nyata.

“Semakin luas keterlibatan stakeholder, semakin dibutuhkan kemampuan koordinasi dan orkestrasi lintas sektor, dengan pembagian peran yang tetap berada pada kewenangan masing-masing,” kata Misbahul.

Dari penelitian lapangan, peserta diharapkan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan pelaku usaha lele serta peluang pengembangan sektor tersebut.

Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif mengapresiasi kepercayaan menjadikan Polres Kediri sebagai lokasi pelaksanaan MTC Level III.

“Selamat datang di Polres Kediri dan selamat melaksanakan kegiatan. Semoga seluruh rangkaian penelitian berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Latif.

Menurutnya, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai kajian akademis, tetapi turut memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penguatan kolaborasi berbagai pihak.

“Semoga apa yang dilakukan di sini juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Temuan mengenai UMKM lele nantinya dapat menjadi bahan untuk merumuskan langkah penguatan usaha yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat dan berpotensi diterapkan secara lebih luas.