Pesan Warek III UIN KHAS Jember: Pengurus Ormawa Harus Mampu Jadi Teladan

JEMBER – Sekitar 100 mahasiswa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember mengikuti diklat kepemimpinan organisasi mahasiswa (Ormawa).

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 13-14 Agustus 2026, di Gedung BEC UIN KHAS Jember.

Peserta merupakan pengurus berbagai organisasi intra kampus, mulai DEMA, SEMA, HMPS, UKK hingga UKM.

Diklat digelar untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menjalankan roda organisasi sekaligus membangun karakter kepemimpinan.

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Khoirul Faizin, menilai kesempatan menjadi pengurus organisasi merupakan pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Menurutnya, tidak semua mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung mengenai kepemimpinan melalui organisasi kampus.

“Mahasiswa itu bukan profesi. Mahasiswa itu hanya satu fase,” kata Khoirul Faizin, Jumat (14/8/2026).

Karena itu, masa menjadi mahasiswa perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan yang dapat berguna setelah menyelesaikan pendidikan.

Faizin meminta para pengurus tidak sekadar mengikuti kegiatan organisasi, tetapi mampu mengambil peran sebagai pemimpin.

“Anda adalah leader, bukan follower,” tegasnya.

Menurut dia, kepemimpinan dapat tumbuh melalui kebiasaan disiplin, bertanggung jawab, menghargai forum, serta memberikan keteladanan kepada anggota.

Ia juga mengingatkan pengurus bahwa tanggung jawab organisasi tidak hanya diberikan kepada pihak universitas.

“Selain ke atas, Anda juga ke bawah tanggung jawabnya. Hak mereka untuk mendapatkan laporan dari Anda,” ujarnya.

Pengalaman tersebut, lanjut Faizin, diharapkan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan lingkungan kampus.

“Berikan catatan bahwa saya harus berbuat sesuatu yang baik untuk tempat di mana saya berada, meskipun itu hal kecil,” tuturnya.

Ia menyebut pengalaman sebagai aktivis mahasiswa dapat menjadi modal penting ketika para mahasiswa memasuki dunia profesi.

Ketua Tim Sekretariat UIN KHAS Jember, Erfan Efendi, mengatakan diklat dirancang agar pengurus mampu mengelola organisasi secara lebih baik.

Materi diberikan melalui diskusi interaktif dengan menghadirkan narasumber yang dinilai memiliki kapabilitas dan kredibilitas.

Erfan berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menerapkannya dalam menjalankan organisasi.

Diklat menghadirkan Prof. Akhmad Taufiq, Wakil Direktur I Program Pascasarjana Universitas Jember, yang membawakan materi tentang fondasi kepemimpinan mahasiswa.

Materi tersebut mencakup konsep kepemimpinan, profil pemimpin ideal, kepemimpinan visioner, serta kepemimpinan berbasis karakter.

Sementara itu, Abdul Hafit memberikan materi mengenai urgensi arsip dan dokumentasi dalam kepemimpinan organisasi mahasiswa.