Peningkatan Kesiapan Ibu Hamil untuk Persalinan Aman dan Nyaman melalui Edukasi serta Meditasi Nafas

Kediri – Suasana pagi di Balai Desa Gambyok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri terasa berbeda dari biasanya.

Satu per satu ibu hamil datang dengan senyum hangat, membawa harapan untuk menjalani kehamilan yang sehat serta mempersiapkan persalinan dengan lebih baik.

Dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat GITA SEHATI (Gerakan Ibu Tangguh & Suami Hebat).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga ruang berbagi cerita, pengalaman, serta dukungan antar sesama ibu hamil. Program ini diinisiasi oleh dosen dan mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu dan bayi, khususnya dalam meningkatkan kesiapan menghadapi persalinan serta mencegah komplikasi sejak dini.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pemeriksaan kesehatan sederhana, meliputi pengukuran tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb) untuk mengetahui kondisi awal ibu hamil.

Selanjutnya, peserta mengerjakan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal terkait kehamilan dan persiapan persalinan. Hasil awal menunjukkan bahwa masih terdapat keterbatasan pemahaman pada beberapa peserta, sehingga kegiatan ini dinilai sangat relevan dan dibutuhkan.

Memasuki sesi inti, materi disampaikan secara santai dan interaktif agar mudah dipahami. Berbagai topik penting dibahas, mulai dari kehamilan risiko tinggi, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan rutin, pemenuhan gizi selama kehamilan, hingga persiapan persalinan yang aman dan terencana.

Selain itu, ditekankan pula pentingnya peran suami dalam mendampingi ibu hamil, baik secara emosional maupun dalam pengambilan keputusan saat kondisi darurat.

Suasana penyuluhan berlangsung hidup karena peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman. Beberapa ibu hamil mulai berani mengungkapkan keluhan yang dirasakan selama kehamilan, sehingga tercipta interaksi yang hangat dan saling mendukung. Salah satu sesi yang paling berkesan adalah praktik meditasi napas untuk ibu hamil. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk duduk dengan nyaman, memejamkan mata, dan mempraktikkan teknik pernapasan dalam serta relaksasi. Teknik sederhana ini terbukti membantu ibu mengelola stres, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan kesiapan menghadapi proses persalinan.

Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan diakhiri dengan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Rata-rata skor pre-test peserta adalah 7,36, sedangkan rata-rata skor post-test meningkat menjadi 9,18, sehingga terdapat kenaikan sebesar 1,82 poin. Dari 11 peserta, sebanyak 8 orang (73%) mengalami peningkatan skor, 2 orang (18%) memiliki skor tetap, dan hanya 1 orang (9%) mengalami penurunan skor.

Secara lebih rinci, hasil pre-test dan post-test menunjukkan variasi peningkatan pada masing-masing peserta. Terdapat peserta yang mengalami peningkatan sangat signifikan, misalnya dari skor 1 menjadi 10, serta beberapa peserta yang sudah memiliki pengetahuan baik sejak awal sehingga nilainya tetap tinggi. Meskipun terdapat satu peserta yang mengalami penurunan skor, secara keseluruhan hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil.

Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif secara emosional, di mana peserta menjadi lebih percaya diri, lebih siap secara mental, serta lebih memahami langkah-langkah menjaga kesehatan selama kehamilan.

Meskipun kegiatan berjalan dengan baik, masih terdapat tantangan yang perlu diperhatikan, yaitu rendahnya kehadiran suami. Sebagian besar suami tidak dapat hadir karena kesibukan pekerjaan, padahal peran mereka sangat penting dalam mendukung ibu hamil. Hal ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan dapat dirancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan keterlibatan suami dalam kegiatan serupa.

Secara keseluruhan, GITA SEHATI bukan sekadar penyuluhan biasa, melainkan langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak. Program ini menunjukkan bahwa edukasi dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan, mudah dipahami, dan berdampak nyata. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak ibu hamil yang mendapatkan manfaatnya.

Pada akhirnya, ibu yang tangguh dengan dukungan keluarga yang peduli akan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas sebagai fondasi masa depan yang lebih baik.