Geger Lagi di Jember, Kerangka Pria Ditemukan di Lahan Perkebunan

Oplus_16908288

JEMBER – Penemuan kerangka manusia menggegerkan warga Dusun Plalangan, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Jember, Selasa (9/6/2026) pagi. Kerangka tersebut ditemukan di area perkebunan di atas bukit milik warga.

Temuan itu bermula saat seorang warga hendak memanen singkong di lahan tersebut. Saat berada di lokasi, ia melihat sesosok jasad yang telah tinggal kerangka dan langsung melaporkannya kepada perangkat desa.

Kepala Dusun Plalangan, Handoso, mengatakan setelah menerima laporan dirinya segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

“Tadi ada warga yang mau manen pohong, terus menemukan mayat. Dia langsung lari ke rumah dan melapor ke saya, lalu saya teruskan ke Polsek,” kata Handoso.

Dari hasil identifikasi awal, kerangka itu diduga merupakan akrab dipanggil Sana, warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang.

“Korban sudah sekitar dua bulan tidak terlihat. Informasinya mengalami stres setelah bercerai dengan istrinya,” ujarnya.

Menurut Handoso, keluarga dan warga sempat berupaya mencari keberadaan korban selama lebih dari satu bulan. Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Keluarga mengenali dari pakaian dan celana yang masih melekat. Dari ciri-ciri itu diyakini memang korban adalah Sana,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Mayang AKP Dian Eko Timuriyono menjelaskan pihaknya menerima laporan penemuan kerangka sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung menuju lokasi bersama perangkat desa serta warga.

“Kami mendapatkan laporan adanya kerangka manusia di lahan perkebunan milik warga. Setelah dicek, benar ditemukan jenazah yang sudah menjadi kerangka,” kata Dian.

Polisi kemudian menghubungi tim identifikasi Polres Jember untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, identitas korban mengarah kepada warga Desa Tegalwaru yang sebelumnya dinyatakan hilang.

“Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Keluarga juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan mengalami depresi pasca perceraian,” jelasnya.

Korban diketahui berinisial HB dan berusia sekitar 37 tahun. Polisi menduga korban meninggal saat berada seorang diri di kawasan perkebunan, namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut