JEMBER – Keluhan soal lonjakan harga material bangunan disampaikan BPC Gapensi Jember saat rapat di Komisi C DPRD Jember, Rabu (29/4/2026). Para kontraktor menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelaksanaan proyek konstruksi tahun ini.
Wakil Ketua 1 BPC Gapensi Jember, Herwindro Wicaksono, mengatakan pelaksana proyek tidak ingin mengalami kerugian bahkan sebelum pekerjaan dimulai. Menurutnya, ketidakjelasan harga bahan membuat penyusunan anggaran menjadi sulit.
“Masak sebelum kerja kita sudah rugi,” ujarnya di ruang Komisi C DPRD Jember.
Ia mencontohkan harga aspal yang mengalami kenaikan cukup tajam. Berdasarkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) awal tahun, harga aspal masih berada di kisaran Rp1,5 juta.
Namun pada pertengahan April, sejumlah Asphalt Mixing Plant (AMP) justru menawarkan harga jauh lebih tinggi. “Per 18 April ada kenaikan signifikan. Ada AMP yang memberikan harga Rp1,9 juta lebih,” katanya.
Gapensi berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah agar harga satuan material dapat lebih terkendali. Mereka menegaskan keuntungan yang diperoleh kontraktor harus tetap wajar tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi C DPRD Jember, Agung Budiman, menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD terkait guna membahas penetapan harga satuan bahan bangunan.
“Harga satuan segera ditetapkan supaya pelaksanaan pekerjaan bisa berjalan dan manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” ucap Agung.
Ia juga mengingatkan agar kondisi harga material yang tidak stabil tidak sampai berdampak pada mutu pembangunan. “Jangan sampai pekerjaan seperti tahun-tahun sebelumnya yang akhirnya kualitasnya kurang bagus,” tegasnya.