KEDIRI – Musim giling 2026 di PG Ngadiredjo resmi dimulai, Kamis (14/5/2026) dini hari. Sirine berbunyi tepat pukul 01.00 WIB, menandai dimulainya pengolahan tebu tahun ini.
Prosesi pembukaan diawali doa bersama jajaran manajemen. Setelah itu, General Manager menyalakan bel sirine sebagai simbol start giling tebu di pabrik gula tersebut.
“Bismillahirrahmanirrahim, puji syukur kepada Allah SWT, PG Ngadiredjo mengawali musim giling 2026,” ujar Wayan Mei Purwono, General Manager PG Ngadiredjo.
PG Ngadiredjo menargetkan proses giling berlangsung selama 200 hari. Total tebu yang akan digiling diproyeksikan mencapai 11 juta kuintal sepanjang musim produksi tahun ini.
Selain itu, perusahaan membidik rendemen 7,8 persen dengan hasil produksi gula sekitar 80 ribu ton. Target tersebut diyakini tercapai melalui kolaborasi bersama petani tebu.
“Dengan pelayanan terbaik dan kebersamaan dengan petani tebu, serta dukungan masyarakat dan stakeholder, kami optimistis target ini bisa tercapai,” kata Wayan.
Manajemen juga menaruh perhatian pada kualitas bahan baku tebu. Kemitraan dengan petani diperkuat agar pasokan tebu memenuhi standar Manis, Bersih, dan Segar atau MBS.
Manajer Tanaman PG Ngadiredjo, Sabar, mengatakan sinergi dengan petani menjadi kunci keberhasilan musim giling tahun ini.
“Bersama kita melangkah dengan semangat untuk sukses giling 2026,” pungkas Sabar.