Cegah Tawuran, PSHT Jember Perdana Gelar Sambung Bebas untuk Jaring Bibit Atlet

JEMBER – PSHT Cabang Jember mulai membuka jalur pelatihan atlet pertarungan melalui kejuaraan sambung bebas yang digelar di Padepokan PSHT Sukorambi, Minggu (30/8/2026).

Ketua Umum KONI Jember Irfan Riambodo menilai ajang tersebut bisa menjadi langkah awal menemukan potensi atlet untuk dipersiapkan menghadapi Porprov 2027.

“Kita berharap penyaringan atlet, finalisasi atlet, dan basis data atlet sudah berjalan. Dengan begitu, Januari sampai Juni bisa fokus pada pelatihan melalui dukungan anggaran KONI,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, pendataan calon atlet perlu dilakukan sejak dini. Dengan demikian, proses pelatihan tidak baru dimulai ketika pelaksanaan Porprov semakin dekat.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi pengalaman perdana bagi PSHT Jember dalam menggelar pertandingan sambung bebas. Agenda tersebut dikaitkan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-104 PSHT.

Ketua PSHT Cabang Jember Jono Wasinuddin mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat warga PSHT untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mencari bibit potensial.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul di padepokan dalam acara pertandingan sambung bebas yang pertama kali untuk memperingati HUT RI ke-81 dan HUT SH Terate ke-104,” kata Jono.

Jono berharap peserta tidak berhenti pada kemampuan pencak silat. Menurutnya, kemampuan dasar tersebut dapat dikembangkan menuju cabang olahraga pertarungan lain.

“Harapannya, apa yang sampean tunjukkan di sambung bebas ini mungkin ada yang cocok dibawa ke tinju, MMA, atau tim olahraga lainnya,” ujarnya.

PSHT Jember ingin melahirkan atlet semiprofesional yang memiliki kemampuan lebih luas. Peserta diarahkan untuk mengenal berbagai disiplin, seperti tinju, sambo, hingga seni bela diri campuran.

“Jadi, kita ingin punya atlet-atlet semiprofesional. Kalau pencak silatnya sudah kita tata, sekarang tinggal kalau main MMA, siapa yang mewakili,” tutur Jono.

Meski pertandingan berlangsung serius, Jono mengingatkan peserta tetap menjaga sportivitas. Ia meminta setiap petarung menghormati lawan dan tidak membawa persoalan pertandingan ke luar arena.

“Tega lorone, ora tega Patine. Hati-hati terus. Tidak ada pertandingan yang baik, tapi jangan punya niat untuk mencela yang lain,” pesannya.

Dalam sambung bebas tersebut terdapat aturan khusus, termasuk penggunaan perlengkapan keselamatan meskipun pukulan ke arah kepala diperbolehkan. Wasit dan juri diminta bekerja secara objektif.

Yang menang ya menang, yang kalah ya dikalahkan. Jangan sampai yang menang dikalahkan atau yang kalah menang. Kita harus objektif,” tegas Jono.

Jono juga mengingatkan penonton untuk menjaga keamanan selama kegiatan. Ia meminta seluruh warga PSHT tidak melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu gangguan masyarakat.

“Acara ini prinsipnya acarane dewe, sing ramekno terjaga dewe, sing keamanan terjaga dewe. Kita malu kalau diamankan orang luar,” tegasnya.

Ketua IPSI Jember sekaligus Ketua DPRD Jember Ahmad Halim juga mendukung kegiatan tersebut. Ia membuka peluang sambung bebas menjadi agenda tahunan dengan lokasi yang lebih terbuka.

“Insyaallah, jika kegiatan ini menjadi agenda tahunan, kami akan sampaikan kepada Gus Bupati agar bisa ditempatkan di Alun-alun Kabupaten Jember,” kata Halim.

Halim juga memberikan penghargaan pribadi senilai Rp5 juta kepada para pemenang. Ia berharap peserta yang memiliki potensi dapat berkembang dan memperkuat kontingen Jember pada Porprov 2027.