JEMBER – Keberanian menekuni bidang baru membawa Queen Fahriza Putri meraih prestasi membanggakan. Mahasiswi UIN KHAS Jember itu sukses menjadi juara pertama Qiraat Murottal Sab’ah remaja putri pada HSN 2026.
Kemenangan tersebut diraih dalam perlombaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember pada Sabtu (10/10/2026). Bagi Queen, hasil ini menjadi pencapaian istimewa karena merupakan pengalaman pertamanya mengikuti cabang tersebut.
Sebelum meraih gelar juara, Queen harus melewati proses belajar selama hampir lima bulan. Persiapannya dimulai sejak Mei 2026 dengan pendampingan Ustaz Suyono, pembina kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Jember.
Tantangan utamanya terletak pada penguasaan enam riwayat bacaan dari tiga imam. Setiap riwayat memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan ketelitian, pemahaman, serta latihan berulang.
“Setiap imam memiliki dua riwayat yang berbeda. Jadi, ada enam riwayat yang harus dipelajari dan dipersiapkan. Karena itu, perlu waktu jauh-jauh hari supaya benar-benar menguasainya,” ungkap Queen, Selasa (27/10/2026).
Perjalanan Queen di dunia MTQ sebenarnya telah dimulai sejak kecil. Selama ini, ia lebih banyak mendalami Syarhil Qur’an sebelum batasan usia mendorongnya mencari cabang perlombaan lain.
Alih-alih berhenti berkompetisi, Queen memutuskan mempelajari Qiraat Murottal Sab’ah. Pilihan itu mengharuskannya beradaptasi dengan materi baru sekaligus menghadapi tingkat kesulitan yang berbeda.
Latihan bersama pembimbing biasanya berlangsung setiap Sabtu dan Minggu. Di luar jadwal tersebut, Queen melanjutkan pembelajaran secara mandiri di rumah, terutama setelah menunaikan salat.
Rutinitas itu tetap dijalani ketika dirinya mulai berstatus mahasiswa baru Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
Queen harus mengatur waktu untuk mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas akademik, dan mempertahankan intensitas latihan. Ia juga mendampingi adik-adik yang sedang mempersiapkan kompetisi Syarhil Qur’an.
Di tengah kesibukan tersebut, Queen menjadikan proses belajar sebagai kesempatan memperbaiki kemampuan. Ia tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga ingin memperoleh pengalaman dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
“Motivasi saya ingin terus berlanjut di dunia MTQ dan mengamalkan ilmu yang sudah saya dapatkan. Saya juga ingin menambah pengalaman dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi dari proses belajar selama ini,” tuturnya.
Hasil dari persiapan panjang itu akhirnya terlihat saat perlombaan berlangsung di musala Kantor Pemerintah Kabupaten Jember. Queen berhadapan dengan peserta lain yang telah mempersiapkan diri, termasuk mereka yang memiliki pengalaman di bidang qiraat.
Menghadapi kompetisi perdananya, Queen memilih fokus menjalani perlombaan dan menguji hasil latihan. Ia tidak memasang ekspektasi berlebihan karena menyadari masih banyak hal yang perlu dipelajari.
Pengumuman hasil lomba justru menghadirkan kejutan. Namanya keluar sebagai peraih juara pertama Qiraat Murottal Sab’ah kategori remaja putri dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026.
“Pastinya sangat bersyukur, bahagia, dan tidak menyangka. Apalagi ini pengalaman pertama saya mengikuti cabang Murottal Sab’ah, tetapi langsung mendapatkan juara satu,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember. Sebagai mahasiswa baru, Queen bahkan belum sempat menyampaikan informasi mengenai keikutsertaannya dalam perlombaan kepada pihak fakultas sebelum kabar kemenangannya diketahui.
Di balik prestasi itu, terdapat pengalaman kegagalan yang turut membentuk keteguhan Queen. Ia pernah gagal dalam perjalanan menuju MTQ Nasional, tetapi pengalaman tersebut tidak membuatnya meninggalkan bidang yang telah ditekuni sejak kecil.
Sebaliknya, kegagalan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan melanjutkan perjuangan. Karena itu, kemenangan di HSN 2026 bukan sekadar tambahan gelar, melainkan pengingat bahwa kesempatan berkembang selalu terbuka bagi mereka yang terus belajar.
Queen juga mengingatkan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak seharusnya hanya ditunjukkan ketika mengikuti perlombaan atau memperingati Hari Santri Nasional. Konsistensi membaca, memahami kaidah, dan mengamalkan ajarannya perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya pada momentum Hari Santri Nasional kita berlomba-lomba menyemarakkan Al-Qur’an. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga harus konsisten membaca, mempelajari kaidah-kaidahnya, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” pesannya.
Setelah meraih juara pertama, Queen berencana melanjutkan pembinaan untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur. Tahapan tersebut menjadi salah satu targetnya dalam perjalanan menuju kompetisi tingkat nasional.
Pengalaman berpindah dari Syarhil Qur’an ke Qiraat Murottal Sab’ah juga mendorong Queen mengajak mahasiswa lain berani mencoba hal baru. Baginya, keluar dari zona nyaman dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan.
“Jangan pernah takut untuk mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Sesuatu yang indah membutuhkan proses dan perjuangan. Teruslah mencoba hal-hal positif, baik untuk diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar,” pungkasnya.