KEDIRI – Kegelisahan orang tua menyambut tahun ajaran baru mulai mendapat respons dari Pemerintah Kota Kediri melalui percepatan program bantuan seragam gratis bagi siswa baru.
Sebelumnya, muncul kritik terkait besarnya APBD Kota Kediri yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat, terutama biaya perlengkapan sekolah.
Dewan Pengawas LSM Saroja, Supriyo, mengaku banyak menerima keluhan warga berpenghasilan rendah yang kesulitan membeli seragam sekolah.
“Masyarakat kita sedang menjerit, bingung membiayai seragam. Banyak yang mengadu kepada kami,” ujar Supriyo.
Ia juga meminta pemerintah daerah mengambil kebijakan khusus agar beban masyarakat menjelang masuk sekolah dapat berkurang.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Kediri memastikan program seragam gratis kembali dilaksanakan bagi siswa baru SD dan SMP pada tahun ini.
Program itu disiapkan dengan anggaran lebih dari Rp5,6 miliar dan mencakup peserta didik di sekolah negeri maupun swasta.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, A. Wartjiantono, mengatakan proses pengadaan saat ini sedang memasuki tahap penyempurnaan.
“Secara garis besar anggarannya dibagi untuk dua jenjang sekolah. Nilai pastinya masih dalam proses,” kata Wartjiantono.
Alokasi anggaran terdiri atas sekitar Rp2,04 miliar untuk siswa SD dan sekitar Rp3,63 miliar bagi siswa SMP dengan total sasaran sekitar 10 ribu siswa.
Tahun ini pemerintah hanya menyediakan tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, pramuka, dan olahraga.
“Tahun ini hanya tiga jenis seragam tersebut yang dibagikan. Untuk seragam khas tidak ada,” tegas Wartjiantono.
Pengadaan dilakukan melalui sistem e-purchasing menggunakan mini kompetisi di e-katalog agar proses berlangsung lebih terbuka dan akuntabel.
“Spesifikasi teknis sudah keluar. Setelah pengecekan selesai, segera kami tayangkan di e-katalog,” jelasnya.
Untuk menjamin mutu, seluruh sampel kain dari peserta pengadaan wajib menjalani uji laboratorium di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil di Yogyakarta.
“Target kami akhir Agustus pengadaan selesai, lalu pertengahan September seragam gratis mulai dibagikan kepada seluruh siswa,” pungkas Wartjiantono.