JEMBER – Dalam semangat menghormati peran perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) resmi merilis panduan Peringatan Hari Ibu 2024.
Tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi sorotan utama. Tema ini menegaskan kepekaan sosial perempuan sebagai aset strategis dalam perjalanan menuju Indonesia Emas.
Senada dengan panduan nasional, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember turut berperan aktif memperingati Hari Ibu.
UIN Khas ini menggelar berbagai kegiatan, mulai dari Apel Hari Ibu, Santunan Anak Yatim, hingga Tasyakuran. Semua kegiatan dikemas dalam suasana penuh makna dan semangat kebersamaan, Pada Senin, (23/12/2024).
Luluk Sulthoniyah, selaku Ibu Rektor UIN KHAS, memimpin Apel Hari Ibu dengan mengenakan pakaian adat khas Indonesia.
Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, dalam membangun bangsa.
“Tanpa ibu, kita tidak mungkin ada. Peran ibu begitu penting dalam kehidupan ini,” ujar Luluk dengan penuh haru.
Selain itu, Luluk menyoroti pentingnya aksi sosial melalui santunan bagi anak yatim yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
“Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa kepedulian sosial harus terus ditumbuhkan. Masih banyak yang membutuhkan uluran tangan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan ini semakin semarak dengan hadirnya puluhan sivitas akademika yang mengenakan pakaian adat.
Rektor, dekanat, hingga tenaga kependidikan tampak kompak dalam balutan busana tradisional, menciptakan suasana yang berwarna-warni. Hal ini menjadi simbol keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
Luluk berharap penggunaan pakaian adat ini mampu menanamkan rasa persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Dengan ini, kita tunjukkan bahwa kita bersatu untuk Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.
Tidak hanya sebagai seremonial, acara ini juga memiliki pesan mendalam tentang penghormatan terhadap perjuangan perempuan dari berbagai latar belakang.
UIN KHAS menekankan bahwa perempuan memiliki potensi luar biasa untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
Kegiatan santunan anak yatim pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Anak-anak penerima manfaat terlihat antusias saat menerima bantuan dan perhatian dari sivitas akademika UIN KHAS.
“Ini bukti nyata bahwa kita tidak hanya bicara, tapi juga bertindak,” ucap Luluk di akhir acara.
Dengan rangkaian kegiatan yang padat dan bermakna, UIN KHAS Jember membuktikan komitmennya dalam menghormati dan memberdayakan perempuan.
Semangat ini diharapkan terus menjadi inspirasi dalam upaya mencapai Indonesia Emas 2045.
Hari Ibu di UIN KHAS bukan sekadar peringatan, melainkan momentum mempertegas peran perempuan sebagai penggerak perubahan.
“Mari jadikan perempuan sebagai motor penggerak kemajuan bangsa,” pungkas Luluk.