Aksi Protes Petani Jember: Bagikan Tomat Gratis di Tengah Anjloknya Harga

Jumantoro, seorang petani sekaligus Ketua Asosiasi Petani Pangan (APPI) Jawa Timur, melakukan aksi protes dengan membagikan tomat gratis (Foto: Syakur/BBC)
Jumantoro, seorang petani sekaligus Ketua Asosiasi Petani Pangan (APPI) Jawa Timur, melakukan aksi protes dengan membagikan tomat gratis (Foto: Syakur/BBC)

Jember – Jumantoro, seorang petani sekaligus Ketua Asosiasi Petani Pangan (APPI) Jawa Timur, melakukan aksi protes dengan membagikan tomat gratis di Bundaran DPRD Jember.

Aksi ini menjadi sorotan warga dan anggota DPRD yang melintas di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari.

Jumantoro menyatakan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga tomat di pasaran.

Ia berharap Pemerintah segera mengambil tindakan untuk membantu para petani.

“Saya membagikan tomat ini agar Pemerintah tidak tinggal diam terhadap situasi ini,” ujar Jumantoro, Senin (12/82024).

Menurut Jumantoro, harga tomat di pasaran saat ini hanya berkisar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram.

Harga ini jauh dari yang diharapkan para petani.

“Harga di pasar sudah rendah, tapi harga di tingkat petani lebih parah, hanya Rp 200 sampai Rp 500 per kilogram,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa harga tersebut sama sekali tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh para petani.

Keadaan ini membuat banyak petani merugi.

“Kami tidak bisa menutupi biaya produksi dengan harga serendah itu,” jelas Jumantoro.

Jumantoro merasa Pemerintah Daerah kurang memperhatikan nasib petani di Jember.

Ia berharap Pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk membantu mereka.

“Kalau Pemerintah peduli, saya tidak perlu melakukan aksi ini,” tegasnya.

Aksi ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan betapa terpuruknya keadaan para petani saat ini.

Jumantoro berharap dengan aksi ini, Pemerintah Daerah dapat lebih peka terhadap masalah yang dihadapi para petani.

“Kami hanya berharap perhatian dan dukungan dari Pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut memperjuangkan nasib para petani.

Menurutnya, petani adalah tulang punggung bangsa yang harus diperhatikan.

“Tanpa petani, kita tidak bisa menikmati hasil pertanian yang kita nikmati setiap hari,” tambahnya.

Masyarakat yang menerima tomat gratis dari Jumantoro mengapresiasi aksi ini.

Mereka berharap Pemerintah segera merespons dan mengambil tindakan nyata.

“Aksi ini membuka mata kami tentang pentingnya peran petani,” kata seorang warga.

Jumantoro mengakhiri aksinya dengan harapan besar bahwa Pemerintah akan segera memberikan perhatian lebih terhadap harga komoditas pertanian, terutama tomat.

Ia menekankan pentingnya kestabilan harga agar petani dapat terus bertahan.

“Harga yang stabil sangat penting bagi kelangsungan hidup kami sebagai petani,” pungkasnya.

Ia juga berencana untuk terus melakukan aksi serupa jika Pemerintah masih belum memberikan respons yang memadai.

“Saya akan terus berjuang demi kesejahteraan petani,” tegas Jumantoro.

Pewarta: Abdus Syakur
Editor : Sugeng Prayitno