Warga Jember Alami Pengeroyokan di Karaoke, Patah Tulang Hidung

JEMBER – Insiden pengeroyokan terjadi di sebuah tempat karaoke di Jember. Seorang warga bernama Ariel (35) mengalami patah tulang hidung akibat dianiaya di lokasi tersebut.

Kuasa hukum korban, Muhammad Zainudin, menyampaikan bahwa Ariel bersama temannya, Rudi, berencana untuk berkaraoke di Karaoke Star di wilayah Perumahan Argopuro, Kecamatan Kaliwates.

“Awalnya, mereka hanya ingin bersenang-senang. Namun, di tengah perjalanan, situasi berubah mencekam,” ujar Zainudin.

Di tempat karaoke, Rudi bertemu seorang teman wanita yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) dan hendak menagih utang padanya.

Ketika perempuan tersebut masuk ke sebuah ruang karaoke, Rudi mengetuk pintu untuk menagih utangnya. Namun, karena tak ada respons, Rudi memilih menunggu di luar.

“Di luar ruangan itu, terjadilah cekcok antara Rudi dan teman wanitanya. Cekcok ini memancing perhatian beberapa orang,” tambah Zainudin.

Korban Ariel yang berusaha melerai pertikaian itu malah menjadi sasaran penganiayaan oleh sekitar tiga hingga lima orang tak dikenal.

“Tujuan Ariel hanya melerai. Namun, justru ia yang dikeroyok oleh beberapa pria di sana,” ungkap Zainudin.

Akibatnya, Ariel mengalami luka serius pada bagian kening, area bawah mata, serta patah tulang hidung yang memerlukan tindakan operasi.

“Jika tidak dioperasi, kondisinya bisa tetap patah secara permanen. Ini hasil CT scan yang kami terima,” jelas Zainudin.

Ariel langsung melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang dan meminta tindakan tegas agar para pelaku segera ditangkap.

“Kami khawatir insiden ini akan terulang, karena lokasi karaoke seharusnya aman untuk pengunjung,” lanjutnya.

Sementara itu, Kanit Pidum Polres Jember, Iptu Bagus Dwi Setiawan, memastikan telah menerima laporan dan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Kami sudah kantongi identitas terduga pelaku dan sedang dalam pengejaran. Keterangan korban dan hasil visum sudah dikumpulkan,” terang Bagus.

Rekaman CCTV di lokasi pun diambil sebagai bukti pendukung. “Ini menjadi petunjuk kami untuk mengidentifikasi pelaku,” tutup Bagus.