Suli Da’im Himbau Masyarakat Tetap Tenang Sikapi Teror Pocong Viral, Waspadai Modus Kejahatan Baru

PONOROGO – Viral teror pocong yang belakangan ramai di media sosial mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Fenomena yang terjadi di sejumlah daerah di Pulau Jawa, mulai Jabodetabek hingga Jawa Timur seperti Lamongan, Nganjuk, Sidoarjo, dan Malang, dinilai tidak boleh hanya dianggap sebagai candaan atau konten hiburan semata.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im, mengajak masyarakat untuk tetap tenang, rasional, dan tidak mudah terpancing ketakutan berlebihan atas berbagai video maupun kabar yang beredar.

Menurut politisi senior tersebut, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena pihak kepolisian dan sejumlah pengamat sosial menduga aksi tersebut dapat menjadi modus kejahatan baru untuk menciptakan suasana mencekam di lingkungan warga.

“Jangan sampai masyarakat justru panik dan meninggalkan rumah atau lingkungan dalam keadaan kosong. Bisa jadi ada pihak-pihak yang memanfaatkan ketakutan publik untuk melakukan tindakan kriminal seperti pencurian maupun perampokan,” ujar dosen FEB Umsura.

Politisi PAN tersebut menegaskan bahwa masyarakat harus lebih bijak dalam menyikapi informasi viral di media sosial. Ia meminta warga tidak langsung mempercayai setiap video tanpa verifikasi yang jelas, apalagi saat ini teknologi AI dan rekayasa digital semakin mudah digunakan untuk membuat konten yang menyesatkan.

“Era digital menuntut masyarakat lebih cerdas dan tidak mudah terprovokasi. Jangan semua hal dikaitkan dengan mistis. Utamakan logika, cek kebenaran informasi, dan segera laporkan kepada aparat jika ada aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar,” tegas Ketua umum IKAUmsura.

Suli Da’im juga mengimbau agar budaya ronda malam, komunikasi antarwarga, serta kepedulian sosial di lingkungan kembali diperkuat. Menurutnya, keamanan kampung tidak cukup hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan kebersamaan masyarakat.

“Semangat gotong royong dan siskamling harus dihidupkan lagi. Ketika warga kompak dan saling peduli, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit,” katanya.

Sebagai Anggota Komisi E DPRD Jatim yang membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan sosial, Suli Da’im juga mengingatkan pentingnya edukasi literasi digital kepada generasi muda agar tidak ikut menyebarkan konten yang memicu keresahan masyarakat.

“Kita harus membangun masyarakat yang kuat secara mental, cerdas secara informasi, dan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan. Jangan sampai ketakutan dikapitalisasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (Muh Nurcholis)