Stok Beras Melimpah dan Terjamin, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kinerja Pengelolaan Stok Pangan Bulog

Kediri – Anggota Komisi VIII DPR RI, Endro Hermono didampingi staff ahli melakukan kunjungan kerja ke Kompleks Pergudangan Paron, Kab. Kediri pada Rabu 6 Mei 2026 untuk memastikan ketersediaan pangan nasional. Menurut penjelasannya, stok beras di wilayah Kediri mencapai kondisi aman dan terjamin, yakni sekitar ±88.000 ton atau setara dengan mencukupi kebutuhan masyarakat selama 12 bulan ke depan untuk ketahanan pangan.

Apresiasi diberikan kepada kinerja Perum BULOG Kantor Cabang Kediri karena telah berhasil menjaga ketersediaan stok pangan. Secara nasional, cadangan pangan pemerintah (CPP) mencapai angka 5 juta ton, yang dinilai sangat kuat untuk menghadapi tantangan iklim seperti El Nino dalam beberapa bulan ke depan.

“Stok kita saat ini luar biasa. Jika biasanya di angka 1 juta ton, sekarang sudah mencapai 5 juta ton secara nasional. Khusus di Kediri, stok 88.000 ton ini aman untuk 12 bulan. Masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi ancaman El Nino karena cadangan kita jauh lebih dari cukup,” ujarnya.

Endro Hermono juga menyoroti pada aspek kualitas penyimpanan yang dilakukan oleh BULOG. Untuk menjaga mutu beras agar tidak menurun, Perum BULOG menerapkan sistem perawatan secara intensif. Kini juga telah ada sekitar 12 gudang tambahan yang disewa untuk menampung stok pangan yang tersebar di wilayah Kediri – Nganjuk.

Selain beras, stok jagung juga mencapai 8.500 ton. Dengan stok ini, nantinya akan disalurkan melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Jagung. Penyaluran ini diprioritaskan berdasarkan kesesuaian data verifikasi dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS).

“Jagung ada 8.500 ton dan nanti kita salurkan karena sudah perintah penyaluran SPHP Jagung, jadi bukan hanya SPHP Beras, SPHP Jagung juga ada itu,” ucap Harisun Pemimpin BULOG Kanca Kediri.

Anggota DPR RI Komisi VIII juga mendorong Pemerintah Daerah untuk memperkuat CPP lokal guna meningkatkan kemandirian pangan di tingkat Kabupaten maupun Kota setempat. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat respon pemerintah dalam menghadapi situasi darurat atau lonjakan harga di pasar.