JEMBER – Puluhan santri Pondok Pesantren Hujjatul Islam, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, mengikuti sosialisasi gerakan “1000 Kabar Baik untuk Indonesia”, Sabtu (8/8) sore.
Agenda yang digelar media Kabarbaik.co tersebut tidak sekadar memperkenalkan gerakan positif, tetapi juga mengajak santri memahami dasar-dasar jurnalistik.
Peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Materi diarahkan untuk membangun kemampuan santri dalam menghadapi derasnya arus informasi melalui berbagai platform digital.
Pengurus Administrasi Pondok Pesantren Hujjatul Islam, Fajar Siddiq, menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Menurutnya, kemampuan memahami informasi menjadi bekal penting agar santri tidak mudah menerima kabar tanpa mengetahui kebenarannya.
“Pelatihan dan sosialisasi ini sangat bagus untuk anak-anak (santri). Selain melatih agar tidak gagap teknologi, mereka juga belajar menyaring informasi secara bijak,” ujar Fajar.
Ia menyebut perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh berbagai informasi dalam waktu singkat.
Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan karena tidak semua kabar yang beredar telah melalui proses pemeriksaan fakta.
“Di era sekarang, banyak informasi yang masih simpang siur dan belum jelas faktanya. Dengan pelatihan ini, insyaAllah anak-anak bisa memilah informasi,” jelasnya.
Fajar berharap pembekalan jurnalistik dapat membantu santri mengenali perbedaan informasi faktual dengan kabar yang belum terverifikasi.
Selain pelatihan, kegiatan tersebut turut memperkenalkan lomba penulisan yang terbuka bagi masyarakat umum sebagai ruang mengembangkan kemampuan menulis.
Pihak pesantren menyambut baik kesempatan tersebut dan berkomitmen mendorong santri yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kepenulisan.
“Kalau untuk minat dari santri, insyaAllah bisa kita latih dan arahkan untuk ikut serta,” pungkas Fajar.