Ekonomi Sekarkijang Tumbuh di Atas 5 Persen, Banyuwangi Catat Kinerja Tertinggi

YOGYAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember memaparkan perkembangan ekonomi wilayah Sekarkijang pada Triwulan II 2026 dalam media briefing dan gathering di Yogyakarta.

Paparan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di lima kabupaten masih bergerak positif. Seluruh daerah mencatat pertumbuhan ekonomi lebih dari 5 persen.

Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran bahwa perekonomian Sekarkijang tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi regional.

“Pada Triwulan II 2026, perekonomian wilayah Sekarkijang menunjukkan kinerja yang solid,” kata Aris dalam kegiatan tersebut.

Banyuwangi menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan tersebut. Pertumbuhan ekonominya mencapai 6,09 persen sepanjang Triwulan II 2026.

Jember menyusul dengan pertumbuhan sebesar 5,90 persen. Sementara Bondowoso mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,83 persen pada periode yang sama.

“Seluruh kabupaten mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen,” ujar Aris.

Capaian tiga kabupaten tersebut juga berada di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang tercatat sebesar 5,72 persen.

Secara nasional, pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut berada di angka 5,29 persen. Angka itu juga masih berada di bawah capaian Banyuwangi dan Jember.

“Pertumbuhan Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso masing-masing mencapai 6,09 persen, 5,90 persen, dan 5,83 persen,” katanya.

Sementara itu, Lumajang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,68 persen. Situbondo berada pada angka 5,24 persen.

Menurut Aris, kinerja ekonomi Sekarkijang turut ditopang sejumlah sektor utama yang memiliki peran penting terhadap aktivitas masyarakat.

“Pertumbuhan ini didukung oleh sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan,” ucapnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat perkembangan sektor jasa keuangan di wilayah Sekarkijang.