Poltekkes Kemenkes Malang Dampingi Warga Gambyok Lewat Program GAMBYOK

KEDIRI – Upaya memperkuat kesehatan ibu dan anak terus dilakukan di Desa Gambyok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri melalui program pendampingan berbasis keluarga.

Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi Kebidanan Kediri meluncurkan Wilayah Binaan GAMBYOK atau Gerakan Masyarakat Berkarya, Optimalkan Kesehatan.

Program tersebut diarahkan untuk membantu percepatan penurunan stunting sekaligus mencegah kematian ibu dan bayi di tingkat masyarakat.

Sebanyak 95 mahasiswa dilibatkan dalam pendampingan melalui skema One Student One Client (OSOC), dengan supervisi dari tim dosen.

Mahasiswa terdiri atas 78 peserta Sarjana Terapan Kebidanan Kediri dan 17 mahasiswa D-III Kebidanan Kediri.

Ketua Tim Pengusul Pengabmas, Rahajeng Siti Nur Rahmawati, M.Keb, menyebut pendampingan personal menjadi kekuatan utama program tersebut.

“Keunggulan program ini adalah pendekatan personal dan pendampingan konsisten mahasiswa dengan supervisi tim dosen ahli,” ujar Rahajeng.

Sasaran kegiatan mencakup ibu hamil, ibu pengguna KB, remaja usia sekolah, hingga keluarga yang memiliki balita stunting dan wasting.

Ibu hamil mendapatkan edukasi hypnobirthing, pengelolaan gizi berisiko diabetes, serta pemantauan kesehatan melalui kunjungan rumah.

Sementara itu, remaja memperoleh edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan anemia, konsumsi tablet tambah darah, serta pemahaman mengenai risiko pernikahan dini.

“Kolaborasi lintas profesi membuat pendampingan ibu dan anak lebih komprehensif serta sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Program GAMBYOK turut menggandeng Sarjana Terapan Gizi melalui Interprofessional Collaboration, termasuk edukasi pencegahan diabetes gestasional bagi ibu hamil.

Kegiatan diawali survei dan pembekalan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, bidan desa, serta Puskesmas Grogol pada awal Agustus.

Intervensi dan pendampingan berlangsung sepanjang Agustus, kemudian dilanjutkan evaluasi serta pemaparan hasil kegiatan pada pekan pertama September 2026.

Kepala Desa Gambyok Gunawan mengapresiasi program tersebut dan berharap kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, kader, serta mahasiswa berlanjut secara berkelanjutan.