Pengamanan Berlapis Diterapkan, UM-PTKIN di UIN KHAS Jember Berjalan Tertib

JEMBER – Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) di UIN KHAS Jember mendapat pengawasan ketat. Sejumlah mekanisme keamanan diterapkan sejak peserta mendaftar hingga mengikuti ujian.

Kepala Pusat Informasi Data dan PMB UIN KHAS Jember, Dr. Kun Wazis, mengatakan panitia telah menyiapkan sistem pengamanan berlapis untuk memastikan seluruh peserta mengikuti ujian sesuai aturan.

“Sejak awal panitia berlapis. Kami memastikan data pendaftar sesuai, mulai verifikasi kartu peserta, foto, hingga identitas lainnya,” ujar Kun Wazis usai pembukaan UM-PTKIN secara daring, Senin (8/6/2026).

Tak hanya itu, seluruh ruang ujian juga diawasi melalui CCTV. Peserta yang masuk ruangan terlebih dahulu dicocokkan dengan daftar nama yang telah ditetapkan panitia.

“Kami cek di enam ruangan, semuanya berjalan baik dan tidak ada kendala selama hari pertama pelaksanaan ujian,” katanya.

Menurut Kun, hasil tersebut menunjukkan proses penyaringan dan pengawasan yang dilakukan panitia berjalan efektif. Setiap ruang ujian dijaga dua petugas untuk memantau pelaksanaan secara langsung.

“Pengawasan dilakukan sejak pendaftaran, verifikasi individu, sampai pelaksanaan ujian. Setiap ruangan ada dua petugas yang berjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Pokja Pengembangan Soal dan Skoring sekaligus Tim Monitoring UM-PTKIN, Prof. Kusaeri, mengapresiasi kesiapan panitia lokal UIN KHAS Jember dalam menyelenggarakan ujian tahun ini.

“Keberhasilan ini berkat kerja keras panitia lokal. Mengelola 1.432 peserta ujian tentu bukan pekerjaan yang mudah,” ujarnya.

Ia menilai pelaksanaan UM-PTKIN saat ini jauh lebih tertib dibandingkan beberapa tahun lalu. Meski demikian, pada hari pertama tercatat 16 peserta tidak hadir mengikuti ujian.

Untuk program studi yang paling diminati, Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menjadi favorit. Dari kuota 108 kursi, jumlah pendaftar mencapai 135 orang.

Sementara itu, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah yang tergolong baru juga menarik minat tinggi. Kuota awal 23 kursi kini diperebutkan oleh 76 pendaftar.