Milad ke-7 LSN Jember, Syiar Sholawat dan Jalur Politik Jadi Bukti Kemanfaatan Organisasi

JEMBER – Tujuh tahun perjalanan Laskar Sholawat Nusantara (LSN) menjadi momentum untuk memperluas manfaat organisasi, tidak hanya melalui syiar keagamaan, tetapi juga kiprah sosial dan politik.

Peran tersebut menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Milad ke-7 LSN Jember yang akan dipusatkan di Alun-Alun Jember, Minggu (8/11/2026).

Melalui Apel Sholawat Akbar, organisasi ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu anggota dari berbagai wilayah.

Ketua Panitia Milad ke-7 LSN Jember, Agus Nur Yasin, mengatakan tema kegiatan tahun ini adalah Satukan Tekad Tebarkan Manfaat.

Menurutnya, angka tujuh memiliki makna khusus yang berkaitan dengan filosofi bahasa Jawa maupun Indonesia.

“Angka tujuh atau pitu memiliki makna pitulungan, yakni pertolongan. Selain itu, tujuh juga menggambarkan tujuan yang ingin dicapai,” ujar Agus.

Ia menegaskan, keberadaan LSN diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bersholawat, melainkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.

Salah satu bentuk kiprah tersebut terlihat melalui keterlibatan organisasi dalam jalur politik yang dinilai dapat menjadi sarana memperjuangkan kemanfaatan lebih luas.

Agus mencontohkan perjalanan Gus Fawait, mulai dari kiprah di DPRD Jawa Timur hingga dipercaya menjadi Bupati Jember.

“LSN membuktikan kemanfaatannya dengan syiar sholawat dan berbagai jalur, salah satunya jalur politik. Sepanjang bisa memberikan kemanfaatan, itu menjadi bagian dari perjuangan,” tuturnya.

Selain memperingati hari lahir organisasi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi melalui pengukuhan kepengurusan dari tingkat pusat hingga desa.

Di tingkat nasional, kepemimpinan DPP LSN periode 2021-2026 beralih dari Ustaz Abdul Adim kepada Hermin. Sementara Kamiluddin menggantikan Abdullah Waid sebagai Ketua Cabang Jember.

Penataan organisasi juga mencakup pengukuhan pengurus di 31 kecamatan. Jaringan LSN bahkan telah berkembang ke sejumlah daerah Jawa Timur hingga Kalimantan.

Menanggapi pertanyaan mengenai peluang Gus Fawait masuk bursa Pilgub Jawa Timur, Agus menyebut belum ada pernyataan resmi terkait isu tersebut.

“Kalau memang ada masyarakat di pedesaan, pesisir, maupun pelosok yang mengatakan begitu, itu adalah doa,” katanya.

Sekretaris Panitia LSN Jember, M Khoiron Kisan, menilai saat ini prioritas Gus Fawait adalah menuntaskan program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Jember.

“Beliau menjawab dengan kinerja, seperti pengaktifan bandara, program beasiswa, dan terbaru Home Care hingga Mobil Cinta,” jelas Khoiron.

Apel Sholawat Akbar dijadwalkan berlangsung pukul 12.00–16.00 WIB. Panitia mengimbau masyarakat mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar pusat kota.

Agus juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan apabila kegiatan tersebut berdampak terhadap kelancaran lalu lintas.

“Kami memohon maaf kepada pengendara yang melintas Alun-Alun Jember apabila menjadi macet,” pungkasnya.