JEMBER, – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember bersiap menyampaikan hasil evaluasi terhadap visi dan misi calon rektor kepada Menteri Agama Republik Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan setelah perwakilan mahasiswa mengikuti pemaparan visi dan misi kandidat pimpinan kampus pada Senin (19/10/2026).
Keterlibatan mahasiswa dalam tahapan pergantian kepemimpinan ini membuka ruang partisipasi untuk menilai arah pengembangan kampus berdasarkan kebutuhan sivitas akademika.
Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN KHAS Jember, Bahrul Ulum, mengapresiasi kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Prof. Sahiron yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengikuti forum tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Plt. Rektor, Prof. Sahiron. Terima kasih telah menegakkan prinsip demokrasi di kampus kami dan memberikan ruang bagi suara mahasiswa untuk didengar,” ujar Bahrul, Senin (19/10/2026).
Menurut Bahrul, kesempatan itu menjadi bagian penting dalam membangun tradisi demokrasi kampus, khususnya ketika universitas menentukan sosok yang akan memimpin institusi pendidikan tinggi tersebut.
Setelah mengikuti pemaparan kandidat, perwakilan mahasiswa menggelar konsolidasi untuk mengulas gagasan yang disampaikan masing-masing calon rektor.
“Kita kumpul dan secara serius mengkaji visi misi para calon. Kami membedah apakah gagasan yang ditawarkan relevan dengan kondisi kampus saat ini,” jelasnya.
Pembahasan tersebut diarahkan pada penyusunan indikator penilaian untuk mengukur kesesuaian program kandidat dengan persoalan yang dihadapi mahasiswa dan kebutuhan pengembangan universitas.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam evaluasi, mulai dari ketersediaan fasilitas kampus, pembenahan birokrasi, hingga peningkatan kualitas akademik.
Mahasiswa juga berencana menyusun pemeringkatan kandidat berdasarkan hasil kajian terhadap visi dan misi yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan kampus.
“Hasil kajian, dan bahkan nama calon dengan visi misi yang paling layak serta progresif dari perspektif kami sebagai mahasiswa, akan segera kami kirimkan sebagai bahan pertimbangan kepada Menteri Agama,” kata Bahrul.
Keterlibatan mahasiswa tersebut mendapat dukungan dari dosen pembina DEMA UIN KHAS Jember, Dr. H. Fauzan, S.Pd., M.Si. Ia menilai akses langsung terhadap pemaparan kandidat merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa.
“Terus terang, saya sangat sepakat dan mendukung jika mahasiswa juga dapat mendengarkan visi dan misi calon rektornya secara langsung,” ungkap Fauzan.
Melalui proses tersebut, mahasiswa berharap aspirasi mereka dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penentuan rektor UIN KHAS Jember, sekaligus mendorong kepemimpinan kampus yang responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika.