JEMBER – Perayaan Iduladha di Mapolres Jember berlangsung penuh makna. Momentum itu dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial antaranggota maupun masyarakat sekitar.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof Hepni, dipercaya menjadi khatib salat Iduladha di lingkungan Polres Jember, Rabu (27/5/2026). Ia menekankan makna mendalam ibadah haji dan kurban.
“Sa’i antara Shofa dan Marwah bukan sekadar ritual. Itu menggambarkan perjuangan manusia mencari kebaikan, rezeki, dan rida Allah SWT,” ujar Prof Hepni di hadapan jemaah.
Menurutnya, kisah perjuangan Siti Hajar mengandung pesan penting tentang kesungguhan menghadapi kehidupan. Keteguhan dan konsistensi disebut menjadi kunci meraih keberhasilan.
“Aktivitas Sa’i mengajarkan bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan. Semua membutuhkan proses panjang, usaha, dan ketulusan,” katanya.
Prof Hepni juga menghubungkan munculnya air Zamzam dengan pentingnya menghadirkan manfaat bagi sesama. Nilai berbagi disebut relevan diterapkan dalam kehidupan sosial saat ini.
“Air Zamzam menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang. Dari sana, umat Islam belajar pentingnya memberi manfaat kepada lingkungan sekitar,” paparnya.
Ia berharap nilai ibadah Iduladha tidak berhenti sebagai simbol keagamaan semata. Semangat tolong-menolong dan kepedulian sosial diminta terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai itu dapat diterapkan melalui kepedulian sosial, saling membantu, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.