KEDIRI – Kebakaran melanda Puskesmas Tiron di Dusun Sambirejo, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Senin (1/6/2026) dini hari. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB setelah petugas berjibaku selama lebih dari dua jam.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Ulfa, warga yang juga bertugas sebagai penjaga puskesmas. Saat melakukan pengecekan rutin, ia melihat api telah membesar di area ruang apotek.
“Saat saya berkeliling melakukan pemantauan, api sudah terlihat membesar di sekitar lemari es yang ada di ruang apotek,” ujar Ulfa.
Menerima laporan itu, tim pemadam kebakaran dari Pos Grogol langsung bergerak menuju lokasi. Beberapa menit kemudian, bantuan tambahan dari Pos Ngadiluwih dan Pemerintah Kota Kediri turut diterjunkan untuk mempercepat penanganan.
“Begitu laporan masuk, personel segera diberangkatkan agar api tidak semakin meluas ke bagian bangunan lainnya,” kata salah seorang petugas di lokasi.
Sebanyak empat armada pemadam dikerahkan dalam operasi tersebut. Dua unit berasal dari Pos Grogol, satu unit dari Pos Ngadiluwih, dan satu unit bantuan dari Kota Kediri. Lima petugas turun langsung melakukan pemadaman dan pengamanan area.
“Kerja sama antarpos dan dukungan dari Kota Kediri sangat membantu proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan,” ungkap petugas.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik yang terjadi di ruang apotek. Api kemudian menjalar dengan cepat sebelum petugas tiba di lokasi kejadian.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Seluruh warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri,” terang pihak terkait.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Kerusakan meliputi bangunan, peralatan medis, serta stok obat-obatan. Sementara aset yang berhasil diselamatkan ditaksir bernilai sekitar Rp800 juta.
Pascakejadian, instansi terkait mulai melakukan evaluasi terhadap instalasi listrik dan sistem proteksi kebakaran di sejumlah fasilitas kesehatan guna mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari.