Kawal Dunia Pendidikan Kediri, Saroja Ultimatum Pelaku Kecurangan Dalam SPMB 2026

KEDIRI – Hiruk Pikuk setiap Tahunnya dalam mencari Sekolah dalam semua Tingkatan di beberapa Daerah menjadi rutinitas masyarakat luas untuk beradu “nasib” bisa masuk sekolah yang di inginkan.

Dan bukan menjadi rahasia lagi setiap menjelang Tahun Ajaran baru Dunia Pendidikan akan ramai dengan pendaftaran siswa baru baik ditingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas maupun Sekolah Kejuruan.

Dan dapat dipastikan para calon siswa baru mendambakan bisa menempuh Pendidikan lanjutan di Sekolah yang menjadi dambaan atau yang difavoritkan nya dari setiap calon siswa baru mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Dari kondisi itu di setiap sekolahan tidak mungkin bisa menampung keseluruhan calon siswa untuk menjadi anak didik, dikarenakan pagu atau rombel (rombongan belajar) siswa untuk tahun ajaran baru sangat terbatas dan sudah ditentukan jumlahnya oleh Pemerintah.

Perbandingan yang mencolok antara calon siswa yang mendaftar dengan jumlah tempat (bangku) yang disediakan Sekolahan menjadi sesuatu hal yang dinilai rentan akan potensi terjadinya praktek praktek yang menyalahi aturan.

Melihat kondisi itu, dalam upaya turut serta menjaga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sesuai dengan ketentuan, Perkumpulan Saroja (Sahabat Boro Jarakan) sebagai salah satu lembaga pergerakan yang konsen terhadap kontrol sosial masyarakat terjun langsung dalam mengawal SPMB di Kota Kediri yang bersih dari dugaan atau potensi praktek kecurangan.

Kondisi langkah nyata itu dilakukan pada Rabu (03/06/2026) Saroja sengaja mendatangi beberapa Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan yang menjadi Favorit para calon Murid baru, dengan meminta pihak panitia SPMB di setiap sekolahan berlaku adil, transparan, sesuai dengan ketentuan.

Supriyo selaku Dewa pengawas SAROJA yang juga mantan Aktivis 1998 ini terjun memimpin langsung kunjungan ke beberapa Sekolahan menegaskan pihaknya akan terus mengawal dan mengawasi jalannya SPMB di Kediri yang diharapkan berlangsung secara Fair dan bebas dari kecurangan.

“Hari ini kami (SAROJA) sengaja datang ke Sekolah Menengah maupun Kejuruan yang ada di Kota Kediri, untuk memastikan SPMB tahun 2026 ini berjalan dengan bersih tanpa adanya kecurangan, baik kecurangan yang di inisiasi oleh Calon Murid atau Orang Tua Wali murid maupun yang di inisiasi oleh Panitia SPMB sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut Priyo juga memberikan ultimatum kepada semua pihak yang dengan sengaja memainkan praktek kecurangan dalam SPMB, Pihaknya akan menindak dan membawa ke ranah hukum jika ditemukan kecurangan saat berlangsungnya pendaftaran murid baru melalui SPMB.

“Kami tak segan segan akan menindak dan membawa ke ranah hukum, jika kami temukan kecurangan kecurangan dalam pendaftaran Murid baru di dalam SPMB tahun ini, siapapun pelakunya kami tidak peduli,” tandasnya.

Di akhir statementnya Priyo bersama SAROJA mengajak semua pihak untuk tidak mengotori dunia Pendidikan di Kediri dengan praktek kecurangan ataupun penyalahgunaan wewenang demi terciptanya sebuah keadilan yang benar benar adil untuk anak didik di Kediri Raya.

“Terakhir kami berpesan kepada semua pihak untuk ikut menjaga pendidikan di Kediri dan menjadikan dunia Pendidikan di Kediri benar benar bersih dan bermartabat yang pada akhirnya keadilan untuk anak didik di Kediri bisa dirasakan oleh yang benar benar berhak,” pungkasnya.

Dalam kunjungannya SAROJA mencatat jumlah siswa baru yang diterima oleh masing masing Sekolah dan sebagai tindak lanjut akan mengkroscek ulang setelah Kegiatan Belajar Mengajar dimulai. Apakah jumlah siswa sudah sesuai dengan jumlah pagu yang ditentukan sebelumnya.

Sementara itu, Adi Prayitno Selaku Kacabdin SMA SMK Kediri saat dikonfirmasi atas pelaksanaan pendaftaran SPMB dan sejumlah temuan yang didapat oleh Saroja untuk menghubungi Ketua Panitia SPMB Tingkat SMA SMK Kediri.

“Monggo ke ketua panitia
Nggih,”pesannya

Sementara itu saat dihubungi melalui Ponsel WhatsApp nya Ketua Panitia SPMB belum memberikan respon hingga berita ini diturunkan.