Apel Tahunan Al-Mashduqiah 2026, Santri Didorong Kuasai Ilmu dan Teknologi Tanpa Kehilangan Akhlak

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mashduqiah, KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad, M.A., saat menyampaikan pesan kepada para santri, guru, dan alumni dalam acara Apel Tahunan dan Khutbatul ‘Arsy
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mashduqiah, KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad, M.A., saat menyampaikan pesan kepada para santri, guru, dan alumni dalam acara Apel Tahunan dan Khutbatul ‘Arsy

PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Al-Mashduqiah kembali meneguhkan arah pendidikan santri melalui Apel Tahunan dan Khutbatul ‘Arsy pada Minggu (9/8/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mashduqiah, KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad, M.A., menyampaikan pesan penting mengenai masa depan santri di tengah perubahan kehidupan yang semakin cepat.

Menurutnya, keberadaan pesantren kini mendapat perhatian lebih besar dari negara. Peran pesantren pun berkembang, tidak sebatas pendidikan keagamaan.

Pesantren juga memiliki posisi strategis sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi tanggung jawab yang harus dijawab melalui karya nyata.

“Al-Mashduqiah tidak boleh hanya sibuk membangun dirinya sendiri. Kita harus mampu hadir dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Karena itu, proses pendidikan di Al-Mashduqiah diarahkan untuk membentuk santri yang memiliki pengetahuan agama sekaligus karakter, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan.

Dalam kesempatan tersebut, Al-Mashduqiah dianalogikan sebagai kawah candradimuka. Pesantren menjadi ruang pembentukan diri sebelum santri kembali menjalankan perannya di masyarakat.

KH. Mukhlisin mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari ijazah yang diperoleh setelah menyelesaikan masa belajar.

“Jangan pernah merasa cukup hanya dengan mendapatkan ijazah. Ijazah hanyalah selembar kertas. Yang lebih penting adalah pembentukan diri dan karakter selama di pesantren,” pesannya.

Para santri nantinya dapat menekuni berbagai profesi, seperti ulama, kiai, guru, dosen, pengusaha, profesional, birokrat, teknokrat, hingga pemimpin bangsa.

Apa pun bidang yang dipilih, alumni Al-Mashduqiah diharapkan tetap membawa nilai pesantren serta memberikan manfaat bagi lingkungan tempat mereka berada.

“Di mana pun kalian berada, jadilah manusia yang memberikan manfaat. Ketika hadir di tengah masyarakat, masyarakat harus merasakan manfaat dari kehadiran kalian,” lanjutnya.

Pimpinan pondok juga menekankan tiga nilai yang menjadi karakter santri Al-Mashduqiah, yakni keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan.

Nilai keislaman mencakup keimanan, ibadah, akhlak, dan moral. Keindonesiaan menumbuhkan cinta tanah air, persatuan, kebhinekaan, serta tanggung jawab sebagai warga negara.

Sementara itu, kemodernan mendorong santri berpikir terbuka, kritis, kreatif, dan inovatif agar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan pijakan nilai.

“Jangan mempertentangkan agama dengan kemajuan atau tradisi dengan modernitas. Kita harus menggabungkan iman dan ilmu, agama dan teknologi, serta akhlak dan kompetensi,” ungkapnya.

Pesan Khutbatul ‘Arsy juga ditujukan kepada seluruh keluarga besar pesantren. Pengasuh, pimpinan, guru, dosen, dan tenaga kependidikan diajak menyatukan langkah.

Kemajuan Al-Mashduqiah dinilai membutuhkan kebersamaan, kesungguhan, kedisiplinan, keikhlasan, serta kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam pendidikan.

Selain itu, santri kembali diingatkan pada motto “Beriman Sempurna, Berilmu Luas, dan Beramal Sejati” serta Panca Jiwa Pondok sebagai landasan pembentukan karakter.

Panca Jiwa tersebut meliputi jiwa keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, berdikari, dan kebebasan. Nilai-nilai itu diharapkan membentuk santri yang berintegritas dan mandiri.

Memasuki tahun pelajaran 2026, seluruh santri didorong meningkatkan kedisiplinan, kesungguhan belajar, kualitas ibadah, akhlak, serta keberanian melahirkan gagasan baru.

“Al-Mashduqiah hari ini adalah tempat kita belajar. Al-Mashduqiah hari esok adalah apa yang kita perjuangkan bersama di hari ini,” pesannya.