Kediri – Program pendidikan berasrama yang dijalankan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School bersama Pemerintah Kabupaten Kediri dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) mulai menunjukkan hasil nyata.
Pada kelulusan angkatan pertama, sebanyak 73,21 persen siswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sekaligus menjadi capaian tertinggi di Kabupaten Kediri.
Program bertajuk Lighthouse School Program (LSP) tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan transformatif bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Setelah berjalan selama tiga tahun, program ini dinilai mampu menghadirkan perubahan signifikan, baik dari sisi kualitas pendidikan maupun kesempatan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Para lulusan berhasil menembus sejumlah perguruan tinggi negeri bergengsi, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Sebelas Maret (UNS), serta sejumlah PTN lainnya.
Mayoritas siswa angkatan pertama berasal dari keluarga miskin dan sangat miskin yang sebelumnya bahkan tidak memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dari total 126 siswa, sebanyak 101 orang atau sekitar 80 persen telah dinyatakan lolos di berbagai perguruan tinggi negeri.
Sementara itu, 25 siswa lainnya masih menunggu hasil seleksi lanjutan, termasuk perguruan tinggi dan sekolah kedinasan.
Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Ahmad Riziq Mubarok, S.Pd., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses transformasi yang dilakukan secara konsisten selama tiga tahun terakhir.
“PSF membantu mengubah cara sekolah bekerja. Kami menjadi lebih terarah dalam memantau perkembangan siswa, lebih konsisten dalam proses pembelajaran, dan lebih fokus pada peningkatan kemampuan mereka secara bertahap. Hasilnya, bukan hanya prestasi akademik yang meningkat, tetapi juga tumbuhnya rasa percaya diri dan keberanian siswa untuk meraih cita-cita yang sebelumnya terasa di luar jangkauan,” ujar Ahmad.
Bagi Putera Sampoerna Foundation, capaian ini membuktikan bahwa Lighthouse School Program mampu mendorong siswa dari latar belakang yang paling tertinggal untuk meraih prestasi.
PSF meyakini bahwa intervensi yang menyentuh seluruh ekosistem sekolah, mulai dari tata kelola, kepemimpinan, peningkatan kapasitas guru, hingga penguatan program asrama, menjadi kunci terciptanya perubahan yang berkelanjutan.
Head of Program & GuruBinar Putera Sampoerna Foundation, Juliana, menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen penting dalam mendorong mobilitas sosial dan memutus rantai kemiskinan.
“Pendidikan adalah instrumen untuk mendorong mobilitas sosial dan memutus rantai kemiskinan struktural serta antargenerasi. Pendidikan tidak hanya mengubah kehidupan seorang siswa, tetapi juga keluarganya dan generasi berikutnya,” kata Juliana.
Keberhasilan program tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri sejak pertama kali dijalankan pada Mei 2023. Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, M.AP., menyebut program ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan angka putus sekolah.
“Di Kabupaten Kediri, jumlah masyarakat dalam kategori desil 1 dan desil 2 masih cukup tinggi. Kondisi ini berdampak pada sekitar 10 ribu anak yang putus sekolah. Program di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan. Ke depan, bukan tidak mungkin model ini direplikasi pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lighthouse School Program merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kediri, Putera Sampoerna Foundation, pihak sekolah, guru, dan orang tua siswa.
Dengan pendekatan yang dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School kini mulai menjadi rujukan pengembangan pendidikan, termasuk bagi Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri dan daerah sekitarnya.
“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa dan guru, tetapi juga mendorong mereka menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi komunitasnya. Kami juga berharap kolaborasi ini dapat menjadi model praktik baik yang direplikasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak sekolah yang mampu mencetak lulusan unggul, berdaya saing, dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik, apa pun latar belakang mereka,” tutup Juliana.
Tentang Putera Sampoerna Foundation
Putera Sampoerna Foundation (PSF) merupakan institusi bisnis sosial di Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Selama lebih dari 25 tahun, PSF telah menjalankan berbagai inisiatif melalui pengembangan ekosistem pembelajaran, termasuk Sampoerna School System dan program School Development Outreach (SDO).
Hingga kini, PSF telah hadir di 34 provinsi, mendukung lebih dari 250 sekolah, serta memberikan dampak kepada lebih dari 145 ribu guru, 423 ribu siswa, dan 110 ribu orang tua.
Melalui kolaborasi lintas sektor, PSF terus mendorong transformasi pendidikan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masa depan.