Aneh! Rumah di Jember Terbakar hingga 8 Kali dalam Setahun, Api Disebut Muncul dari Bawah Keramik

JEMBER – Sebuah rumah di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, kembali terbakar pada Senin (12/10/2026). Insiden ini menjadi yang terparah dari sekitar delapan kejadian serupa.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Regu Ambulu, Misbahul Munir, menyebut lokasi tersebut sudah berkali-kali ditangani petugas selama lebih dari satu tahun terakhir.

Kebakaran terbaru mengakibatkan hampir seluruh bangunan beserta isinya hangus. Atap dan genteng runtuh, menyisakan bagian tembok yang masih berdiri.

“Kalau yang terakhir ini hampir semuanya terbakar, hampir habis. Biasanya yang terbakar cuma kasur atau daerah kamar saja. Ini sudah paling besar,” ungkap Misbahul Munir.

Sebelum kejadian terakhir, kebakaran di rumah itu umumnya hanya melanda bagian tertentu. Api biasanya membakar kasur atau area kamar tanpa menyebabkan kerusakan separah sekarang.

Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta. Namun, nilai itu masih berupa taksiran petugas dan belum berdasarkan penghitungan resmi.

Peristiwa ini juga menyisakan tanda tanya mengenai sumber api. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, api disebut pernah terlihat muncul dari sela-sela keramik lantai rumah.

“Kalau kita melihat itu memang ada yang melihat dari bawah-bawah keramik. Keluarganya juga melihat kalau api keluar dari sela-sela keramik, kemudian terkena kursi dan kasur, akhirnya menjadi semakin besar,” jelasnya.

Meski terdapat laporan mengenai kemunculan api dari bawah lantai, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Dugaan kebocoran gas maupun kemungkinan faktor lainnya masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Rumah tersebut sebelumnya masih ditempati saat beberapa kebakaran terdahulu terjadi. Akan tetapi, ketika insiden terbaru berlangsung, bangunan itu dilaporkan sudah kosong dan dipasangi tulisan dijual.

Informasi mengenai kebakaran terakhir diterima petugas Damkar Regu Ambulu sekitar pukul 08.45 WIB. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 08.55 WIB.

“Info masuk diterima itu sekitar jam 08.45. Kita tiba di lokasi jam 09.00 kurang lima menit, kita sudah tiba di lokasi. Di situ kita langsung melakukan proses pemadaman,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, petugas langsung berupaya mengendalikan kobaran api. Proses pemadaman berjalan lancar berkat dukungan masyarakat dan bantuan personel kepolisian dari Polsek setempat.

Misbahul Munir menambahkan, aliran listrik di lokasi sudah padam ketika petugas melakukan pemadaman. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan sumber penyebab kebakaran.

Berulangnya kebakaran hingga sekitar delapan kali dalam kurun waktu lebih dari setahun menjadi perhatian tersendiri. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebabnya sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali.