KOMPAS.com – Pisang adalah buah serbaguna yang lezat dan mengandung banyak nutrisi.
Kandungan kalium dan vitamin B6 di dalamnya membuat buah ini memiliki berbagai manfaat kesehatan, mulai dari mendukung kesehatan jantung hingga pencernaan.
Selain itu, buah pisang mengandung vitamin C, atau antioksidan yang mampu mendukung sistem kekebalan tubuh dan membantu melindungi sel dari kerusakan radikal bebas.
Pisang juga mengandung nutrisi tembaga dan mangan, yang dianggap sebagai mineral antioksidan karena dibutuhkan untuk aktivitas enzim antioksidan.
Manfaat makan pisang untuk kesehatan
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai manfaat kesehatan yang didapatkan dari mengonsumsi buah pisang, simak penjelasan selengkapnya:
1. Meningkatkan kesehatan jantung
Pisang mengandung serat yang dapat membantu menurunkan LDL atau kolesterol jahat untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
Selain serat, menurut American Heart Association (AHA), pisang juga mengandung kalium, mineral penting yang membantu mengelola tekanan darah.
Pisang berukuran sedang, misalnya, mengandung sekitar 422 miligram (mg) kalium, yang jika dikonsumsi dapat memenuhi 9 persen dari total kebutuhan kalium yang direkomendasikan.
Asupan kalium meningkatkan ekskresi natrium melalui urin. Hal ini membantu meringankan ketegangan pada dinding pembuluh darah, sehingga membantu menurunkan tekanan darah.
2. Meningkatkan kadar gula darah
Pisang kaya akan serat larut. Selama proses pencernaan, serat larut melebur dalam cairan untuk membentuk gel.
Pisang mentah atau yang masih berwarna hijau juga mengandung pati resisten, sejenis serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, demikian dikutip dari Healthline.
Bersama-sama, kedua jenis serat ini dapat membantu memoderasi kadar gula darah setelah makan dan mengatur nafsu makan dengan memperlambat pengosongan perut.
Artinya, meskipun kandungan karbohidratnya lebih tinggi, pisang mungkin tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah pada orang yang tidak menderita diabetes.
Namun, bagi mereka yang menderita diabetes, makan dalam porsi besar dalam sekali makan dapat menyebabkan kadar gula darah naik terlalu tinggi.
3. Menjaga kesehatan pencernaan
Serat secara umum membantu keteraturan dan menjaga kesehatan pencernaan. Pisang mengandung serat larut dan jenis serat lain yang disebut prebiotik.
Kedua jenis serat ini sangat membantu dalam mendukung bakteri baik dalam usus untuk berkembang, yang membuat sistem pencernaan bekerja dengan lancar dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Dikutip dari Health, pisang juga dianggap sebagai makanan yang mudah dicerna dan cocok bagi diet untuk orang yang mengalami masalah pencernaan seperti gas, diare, hingga GERD.
4. Menyediakan energi
Pisang menyediakan dan mendukung tingkat energi dalam beberapa cara. Pertama, pisang merupakan sumber karbohidrat, sumber bahan bakar utama tubuh.
Kandungan karbohidrat dalam pisang saat masih mentah terutama adalah pati, sementara saat matang kandungan pati akan menurun, dan kandungan sukrosa (sejenis gula sederhana) akan meningkat.
Gula sederhana mudah diserap ke dalam aliran darah, sehingga memberikan ledakan energi yang cepat.
Pisang juga menyediakan vitamin B6, yang penting untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme energi dan mendukung kesehatan otak.
Pisang terkenal dengan kandungan kaliumnya. Kalium memainkan peran penting dalam mengatur fungsi otot dan transmisi saraf. Selain itu, pisang mengandung serat yang membantu kita merasa kenyang lebih lama.
5. Meningkatkan kesehatan ginjal
Kalium sangat penting untuk fungsi ginjal yang sehat dan pengaturan tekanan darah.
Sebagai sumber makanan kalium yang baik, pisang bisa sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal.
Sebuah studi tahun 2019 yang melibatkan lebih dari 5.000 orang dengan penyakit ginjal kronis tahap awal mengaitkan kalium dengan tekanan darah yang lebih rendah dan perkembangan penyakit ginjal yang lebih lambat.
Namun, beberapa orang yang menderita penyakit ginjal stadium akhir atau sedang menjalani dialisis perlu membatasi asupan kalium.
Apabila kita termasuk dalam salah satu kategori ini, bicarakan dengan dokter sebelum meningkatkan asupan kalium.