JEMBER – SMP Negeri 1 Panti, Kabupaten Jember, mengembangkan gerakan SPANJI LESTARI untuk membentuk peserta didik yang cerdas, kreatif, berkarakter, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Program tersebut menggabungkan inovasi pembelajaran, penguasaan teknologi, penguatan literasi, serta pengembangan ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi lokal.
Salah satu implementasinya terlihat dalam agenda peringatan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober mendatang.
Kepala SMPN 1 Panti, Wiwik Indiyawati, mendorong kegiatan pendidikan yang mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter positif siswa.
“Berbahasa dengan Santun, Berkarya dengan Ilmu, Bersatu dengan Semangat Pemuda,” menjadi semangat yang diusung sekolah dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Beragam perlombaan disiapkan untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengekspresikan kemampuan, mulai dari membaca berita, menulis esai dan cerita, hingga berpuisi.
Selain itu, peserta didik juga dapat mengasah keberanian dan kreativitas melalui lomba mendongeng, pantomim, serta peragaan busana adat.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan gagasan, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Wiwik menempatkan penguatan literasi dan kreativitas sebagai bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Melalui gerakan SPANJI LESTARI, sekolah menerapkan tiga pilar utama yang saling mendukung dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Pilar pertama, Mendalam Belajarnya, berfokus pada penerapan Pembelajaran Mendalam serta pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk memperkuat kompetensi siswa.
Pilar kedua, Lestari Lingkungannya, mengajak warga sekolah membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pilar ketiga, Tangguh Pangannya, mendorong kreativitas dan inovasi dalam ketahanan pangan dengan mengoptimalkan sumber daya serta potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Melalui SPANJI LESTARI, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memperkuat pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan dan karakter siswa,” demikian semangat yang tercermin dalam pengembangan program sekolah tersebut.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda turut menjadi kesempatan untuk menanamkan kembali nilai persatuan yang diwariskan pemuda Indonesia sejak 28 Oktober 1928. Nilai itu diharapkan tumbuh melalui kegiatan belajar, karya kreatif, sikap saling menghargai, dan kepedulian sosial.
Dengan mengintegrasikan literasi, teknologi, lingkungan, dan ketahanan pangan, SMPN 1 Panti berupaya membangun ekosistem pendidikan berkelanjutan demi melahirkan generasi yang berdaya saing, mencintai budaya bangsa, serta bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan.