JEMBER – Deretan prestasi siswa SMKN 4 Jember kembali mencuri perhatian. Capaian itu datang dari berbagai bidang, mulai seni, olahraga, kreativitas, kepemimpinan hingga pendidikan internasional.
Memasuki September 2026, sejumlah siswa berhasil membawa nama sekolah dalam berbagai kompetisi dan program pengembangan diri.
Salah satunya Siti Gisca Dwi H.T. Ia sukses menjadi Juara 1 Tari Tunggal tingkat SMA se-Jawa Timur.
Prestasi di bidang olahraga juga diraih Septia Dwi Safitri. Ia merebut Juara 2 Tanding Kelas D Remaja Putri.
Sementara itu, Khansa Aletha dan Sayyidah Aliya menunjukkan kemampuan kreativitas dengan meraih Juara 1 Lomba Poster tingkat SMA di Politeknik Negeri Jember.
Capaian lainnya datang dari Nadhim Annizar A. Ia memperoleh predikat Prince Duta Aksi Peduli Nusantara melalui kiprahnya dalam kegiatan tersebut.
Tak berhenti di kompetisi dalam negeri, kesempatan internasional juga terbuka bagi siswa SMKN 4 Jember.
Hajdar Althof S. mendapat kesempatan mengikuti program studi sekaligus magang di Suzhou Art & Design Technology Institute of China.
Beragam capaian itu menjadi gambaran pembinaan sekolah yang memberi perhatian terhadap potensi siswa di luar kemampuan akademik.
Kepala SMKN 4 Jember Suyadi mengatakan, sekolah berupaya menyediakan ruang bagi setiap siswa untuk mengenali sekaligus mengembangkan keunggulan masing-masing.
“Setiap anak memiliki keunggulan yang berbeda. Karena itu, kami berusaha memberikan ruang agar mereka bisa berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” kata Suyadi.
Suyadi bukan sosok baru dalam pengembangan pendidikan. Ia pernah meraih penghargaan Guru Berprestasi tingkat nasional yang menjadi pengalaman dalam membangun budaya prestasi sekolah.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jember Iwan Triyono turut mengapresiasi capaian para siswa tersebut.
Menurut Iwan, prestasi siswa tidak lahir dari kerja sekolah semata. Ada peran guru, orang tua dan peserta didik yang berjalan bersama.
“Kita harus terus menggali talenta anak-anak. Setiap anak memiliki potensi berbeda, sehingga sekolah perlu menemukan, membina dan memberi ruang agar berkembang menjadi prestasi,” ujar Iwan.
Iwan menilai pengalaman berkompetisi hingga mengikuti program pendidikan dan magang di China dapat memperkuat kompetensi, karakter serta kepercayaan diri siswa.
“Jangan hanya melihat anak dari nilai akademiknya. Gali talentanya, berikan kesempatan dan dorong mereka berani tampil untuk menghadapi masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, SMK harus mampu menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sekaligus karakter. Pengalaman di tingkat internasional menjadi salah satu bekal menghadapi dunia yang terus berubah.
“Anak-anak kita harus disiapkan bukan hanya menjadi lulusan, tetapi generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kreativitas dan keberanian,” pungkas Iwan.