JEMBER – Prestasi membanggakan kembali datang dari pelajar di wilayah Jember dan Lumajang. Tiga siswa berhasil memastikan tempat di final OSN 2026 tingkat nasional.
Ketiga pelajar tersebut berasal dari dua sekolah. Mereka kini bersiap menghadapi persaingan dengan siswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dua finalis berasal dari SMAN 1 Jember, yakni Fachry Eshan Raqilla dan Sutan Daiyan Raifa Zaydan Altaf.
Fachry akan bertanding pada bidang Ekonomi, sedangkan Sutan membawa nama sekolahnya dalam kompetisi Matematika tingkat nasional.
Sementara itu, satu finalis lainnya berasal dari SMAN 2 Lumajang. Dia adalah Bayu Laksono Putra Hakiim yang lolos pada bidang Kimia.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Iwan Triyono mengapresiasi keberhasilan ketiga siswa tersebut menembus kompetisi nasional.
“Alhamdulillah. Ini kabar yang sangat membanggakan. Dua siswa dari SMAN 1 Jember dan satu siswa dari SMAN 2 Lumajang berhasil menembus final OSN 2026,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelajar dari Jember dan Lumajang mampu bersaing dengan talenta pendidikan terbaik dari berbagai wilayah.
Ia berharap pencapaian ketiganya tidak berhenti sebagai prestasi individu, tetapi turut memacu munculnya siswa berprestasi lainnya di sekolah.
“Jangan melihat mereka hanya sebagai tiga finalis. Jadikan mereka sebagai inspirasi. Anak-anak hebat bisa lahir dari Jember dan Lumajang,” tegasnya.
Perjalanan menuju final bukan perkara mudah. Ketiga siswa harus melewati seleksi bertahap dari tingkat sekolah, kabupaten atau kota, provinsi, hingga nasional.
Iwan juga menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran guru pembina, sekolah, orang tua, serta kegigihan para siswa selama menjalani proses pembinaan.
“Prestasi seorang siswa tidak lahir secara tiba-tiba. Ada kerja keras siswa, ketekunan guru, dukungan orang tua, serta sekolah yang memberikan ruang berkembang,” katanya.
Final OSN 2026 akan berlangsung pada 14-20 September 2026. Universitas Muhammadiyah Malang menjadi lokasi penyelenggaraan kompetisi bergengsi tersebut.
Menghadapi agenda nasional itu, Iwan meminta ketiga finalis tetap tenang dan tidak menjadikan persaingan sebagai tekanan yang berlebihan.
“Hadapi final dengan percaya diri. Jangan takut dengan nama besar atau prestasi peserta lain. Fokus pada kemampuan sendiri, terus belajar, dan jaga kesehatan,” pesannya.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi momentum memperkuat budaya prestasi di lingkungan pendidikan Jember dan Lumajang, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya talenta baru.
Kini, Fachry, Sutan, dan Bayu bersiap membawa nama sekolah serta daerah masing-masing ke panggung nasional. Dukungan pun diharapkan mengiringi perjuangan mereka menuju final OSN 2026.
Dari Jember dan Lumajang, ketiganya membawa harapan untuk mengharumkan nama Jawa Timur sekaligus menunjukkan potensi pelajar daerah di tingkat nasional.