Ulama dan Umaro Kompak Bersihkan Bantaran Brantas, Disiapkan Jadi Ruang Olahraga

KEDIRI – Bantaran Sungai Brantas di sisi timur Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadhoroh, Mojoroto, Kota Kediri, dibersihkan dari tumpukan sampah, Rabu (12/8/2026).

Aksi tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, LPMK, Bhabinkamtibmas, Babinsa, masyarakat, hingga para santri.

Kegiatan gotong royong itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi ulama dan umaro dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar sungai.

Pembersihan berlangsung selama sembilan hari dengan dukungan alat berat. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan lebih dari 30 rit truk menuju TPA.

Camat Mojoroto Abdul Rahman mengapresiasi keterlibatan pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadhoroh, KH Ali Fikri, bersama para santri.

“Lebih dari 100 santri ikut bergotong royong membersihkan kawasan ini. Ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap lingkungan,” kata Abdul Rahman.

Menurutnya, gerakan tersebut berjalan atas kesadaran berbagai pihak. Tidak ada unsur paksaan maupun instruksi dalam pelaksanaan kerja bakti.

“Ini merupakan bentuk kekompakan antara ulama dan umaroh. Semua bergerak bersama karena memiliki kesadaran menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Usai dibersihkan, kawasan tersebut direncanakan memiliki fungsi baru yang lebih bermanfaat bagi santri dan masyarakat sekitar.

Pemerintah Kecamatan Mojoroto berharap lahan itu dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga, seperti lapangan voli atau futsal.

Abdul Rahman juga mengingatkan warga agar tidak menjadikan bantaran Brantas sebagai lokasi pembuangan sampah setelah kawasan tersebut dibersihkan.

“Jangan sampai setelah dibersihkan, sampah kembali dibuang di tempat yang sama. Mari kita jaga Sungai Brantas bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah menyediakan lokasi pembuangan sampah yang dapat digunakan masyarakat. Kebersihan lingkungan dinilai menjadi tanggung jawab seluruh elemen.

“Kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua agar lingkungan tetap bersih, indah, sehat, dan nyaman,” pungkas Abdul Rahman.