JEMBER – Kondisi perekonomian nasional dinilai sedang menghadapi tekanan serius. Dekan FEBI UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Ubaidillah, M.Ag., mengingatkan sejumlah indikator menunjukkan situasi yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan IHSG menjadi gambaran nyata ketidakstabilan ekonomi yang sedang terjadi. Kondisi tersebut dinilai berkaitan erat dengan berkurangnya kepercayaan investor.
“Menurut saya, kondisi ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja. Indikator berupa pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG sudah mewakili,” ujar Prof. Ubaidillah.
Ia menambahkan, arus keluar modal menjadi salah satu penyebab utama gejolak pasar. Investor disebut memilih menarik dananya dari instrumen keuangan dalam negeri.
“Masalahnya jelas, investor lari tarik uangnya,” tegasnya.
Di tengah tantangan tersebut, Prof. Ubaidillah menilai pemulihan ekonomi harus diawali dengan membangun kembali kepercayaan publik dan pelaku pasar terhadap arah kebijakan pemerintah.
“Investor dan pelaku pasar membutuhkan kepastian serta sentimen positif agar bersedia menanamkan modalnya kembali,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang membutuhkan anggaran sangat besar. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kesehatan fiskal negara.
“Salah satu caranya ya hentikan program-program yang amat sangat menguras anggaran negara dan menurunkan kepercayaan publik seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Perlu dievaluasi menyeluruh,” pungkasnya.