JEMBER – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember menggelar tasyakuran atas penetapan tiga tokoh besar asal Jawa Timur sebagai pahlawan nasional.
Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk syukur dan penghormatan terhadap perjuangan ketiganya yang dinilai menginspirasi bangsa.
“Tiga tokoh itu adalah Syaikhona Khalil Bangkalan, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan Ibu Marsinah,” ujar Ayub saat ditemui usai acara tasyakuran.
Menurutnya, ketiganya memiliki jasa besar di bidang masing-masing. Syaikhona Khalil dikenal sebagai guru para ulama besar Nusantara, termasuk tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Sementara Gus Dur, Presiden keempat Republik Indonesia sekaligus pendiri PKB, dikenang karena perjuangannya menegakkan demokrasi, pluralisme, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Ia tidak hanya membela hak minoritas, tapi juga menjaga marwah bangsa melalui gagasan-gagasan kemanusiaan yang mendalam,” lanjut Ayub.
Sosok Ibu Marsinah, kata Ayub, juga patut diteladani karena perjuangannya bagi kaum buruh dan kelompok marginal di masa Orde Baru, meski harus berakhir dengan pengorbanan nyawa.
Melalui tasyakuran ini, PKB Jember berharap kader-kader partai terus meneladani nilai perjuangan para pahlawan tersebut dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.
Ayub juga menilai penetapan tiga tokoh ini tak perlu diperdebatkan. “Siapa yang bisa menyangkal jasa besar Gus Dur, Ibu Marsinah, atau Syekhona Khalil? Mereka sangat layak mendapat gelar pahlawan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keluarga besar Gus Dur bahkan dikenal unik karena tiga generasinya telah menyandang gelar pahlawan nasional dari Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, hingga Gus Dur sendiri.
“Dari kakek, ayah, hingga anak, semua pahlawan. Itu kebanggaan luar biasa bagi kita, khususnya warga Nahdliyin dan masyarakat Jawa Timur,” pungkas Ayub.